Sepekan, Polda Incar Praktek Judi "Ratu Togel"

MEDAN | DNA - Siapa yang tidak kenal dengan “Ratu Togel”, Tan Acu alias Acu (65). Namanya tersohor sebagai satu-satunya wanita pebisnis judi terbesar di Sumut, era tahun 2000-an. Bahkan, bagi kalangan “gedung putih”, yang kala itu ditengarai sebagai penguasa perjudian jenis KIM dan Togel di Sumut, nama Tan Acu alias Acu (65), sangat disegani.

Namun, di tahun 2000, ketika Soetanto menjabat Kapolda Sumut, bisnis perjudian di Sumut termasuk yang dikelola “Gedung Putih” tak terkecuali judi Togel milik Acu yang saat itu bermarkas di Jalan Bilal, Medan langsung tutup dan nama Acu berangsur hilang.

Akan tetapi, secara tidak disangka, Tan Acu alias Acu, kembali mengorepasikan judi jenis Toto Gelap (Togel) yang mendompleng Pacuan Kuda ala Sinagpura. Markasnya dijadikan dirumahnya sendiri, dibilangan komplek perumahan elite, Villa Mutiara Blok D No.211, Jalan Rumah Sakit Haji, Kec Percut Sei Tuan, Medan.
Setelah enam bulan bisnis judi togel itu dioperasikan “Ratu Togel’; tersebut, petugas Subdit II/Cyber Crime, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Poldasu, Sabtu (3/8) “Mencium” nisnis illegal Tan Acu alias Acu tersebut.

Setelah melakukan penyelidikan hampir sepekan, akhirnya, sekira Pukul.19.00 wib, rumah mewah di komplek Villa Mutiara Blok D No.211 itu digerebek, yang dipimpin langsung Kasubdit II/Cyber Crime, Kompol.Ikhwan,SH.

Saat penggerebekan, “Ratu Togel” Acu, bersama empat karyawannya sedang sibuk menerima pesanan nomor jitu dari peminat lewat hanphone dan faximel. Tak anyal lagi, Tan Acu alias Acu bersama empat karyawannya,  ditangkap lalu digiring ke gedung Ditreskrimsus Poldasu, Jalan Medan-Tj Morawa Km.10,5 Medan, untuk pemeriksaan.

“Saya sudah mengoperasikan judi togel ala pacuan kuda Singapura sejak enam bulan terakhir. Bisnis illegal ini saya lanjutkan kembali karena suami saya sakit, butuh uang untuk perawatan,” kata Tan Acu, yang wajahnya sudah mengendur akibat termakan usia.

Acu mengaku, omzet judi togelnya itu mencapai seratusan juta rupiah setiap putaran, yang diputar lima kali dalam seminggu yaitu, Minggu, Sabtu, Senin, Rabu dan Kamis.

Modusnya, memonitor frekwensi radio Singapura, untuk mengetahui nomor jitu yang dipasang. Sementara para pemasang nomor, umumnya adalah para mantan langganannya saat mengelola judi togel dan orang yang sudah dikenalnya.

Sementara cara pembayarannya, dilakukan secara langsung, tapi ada juga yang dilakukan melalui rekening, apabila pemasang berada didaerah jauh.

“Kalau dipasang Rp.1000, dapat hadiah Rp.70.000, bila dipasang Rp.2000 dapat hadiah Rp.140.000. Artinya, kelipatan tujuh,” kata Acu dengan wajah sedih.(sal/mdn)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi