Sergai dan IRE Sosialisasikan Perkembangan RUU Desa

SEI RAMPAH | DNA - Dalam memperkuat gerakan dan suara masyarakat dalam menyambut kehadiran Rancangan Undang-Undang (RUU) Desa, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) bersama Institute for Research and Empowerment (IRE) menggelar sosialisasi dan dialog interaktif seputar RUU Desa melalui siaran langsung talkshow yang mengudara lewat radio siaran publik “Sergai FM” .

Sebagai narasumber, hadir dari IRE Jogjakarta yakni lembaga riset dan advokasi tentang RUU Desa yakni Arijito yang merupakan seorang sosiolog dan Fandi dari Combine Resource Institution (CRI).

Melalui dialog yang mengudara kurang lebih 1 jam ini dikupas pembahasan dalam rangka membumikan RUU Desa. RUU ini didedikasikan untuk masyarakat desa, untuk itu penting sekali bagi masyarakat desa untuk mengetahui mengenai dinamika pembahasan yang sedang berlangsung saat ini di level parlemen nasional. Oleh karenanya desentralisasi informasi dan gerakan advokasi RUU desa ini perlu dilakukan salah satunya melalui jaringan media khususnya radio komunitas maupun radio pemerintah.

Plh Bupati H. Soekirman dalam talkshow ini mengungkapkan bahwa Kabupaten Sergai yang terdiri dari 237 desa dan 6 kelurahan menyadari pentingnya keberadaan desa sebagai unsur pembentuk kabupaten tanah bertuah negeri beradat ini. Oleh karenanya, Pemkab Sergai melalui BPMPD telah menerbitkan sebuah buku yang berjudul “Sergai Kampung Kami” yang berisi mengenai profil desa dan unsur pemerintahannya.

Mengenai RUU Desa yang sedang dibahas dan diharapkan segera disetujui dan disahkan, Plh Bupati Sergai mengatakan perlunya sebuah regulasi nasional untuk melindungi dan menghormati desa sebagai unsur pembangun suatu bangsa.

Melalui talkshow ini, Plh Bupati H. Soekirman mengajak seluruh masyarakat Sergai khususnya pendengar Sergai FM yang dipancarluaskan sampai ke desa agar jargon pembangunan yang sudah didengung-dengungkan yakni “Sergai bangkit, Raih prestasi dan Bantu yang lemah” terus disosialisasikan. Dengan demikian akan tercipta keseragaman persepsi dan kesamaan langkah antara pemerintah dan seluruh stakeholder pembangunan dalam mencapai tujuan kesejahteraan dan kemakmuran di daerah ini.

Sebelumnya para narasumber mengungkapkan pentingnya pengawalan dan advokasi terhadap RUU Desa ini sehingga akan menghasilkan sebuah peraturan yang mengakui kedaulatan desa demi terbentuknya desa yang mandiri, sejahtera dan demokratis.

Dikemukakan bahwa proses pembahasan RUU desa beberapa bulan terakhir telah memperlihatkan perkembangan yang menggembirakan diantaranya mengakomodasi aspirasi desa. Diantaranya, RUU Desa merekognisi adanya keberagaman desa atau nama lain yang ada di Indonesia seperti nagori atau kampong, kemudian mendorong adanya perlimpahan kewenangan berskala nasional.

Diharapkan melalui talkshow-talkshow yang dilaksananan melalui berbagai radio komunitas maupun radio pemerintah, diharapkan proses pembahasan RUU Desa ini tidak hanya berkembang di kalangan menengah ke atas seperti NGO, akademisi dan partai politik namun sampai ke jaringan masyarakat akar rumput sekalipun, harap Arijito.(nov|sb)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi