Beralasan Sakit, Korban Perampokan Toko Perhiasan "Menghilang"

GALANG I DNA - Pasca peristiwa perampokan yang dialaminya, Zuraidah (50) tidakk diketahui keberadaaan. Pemilik Toko Perhiasan "Riko Purba" di Jalan Besar Petumbukan Nomor 153 Kecamatan Galang itu, seolah hilang ditelan bumi. Pihak keluarga pun, seolah menutupi keberadaan korban.

Kapolsek Galan AKP Wahyuddin, yang dikonfirmasi awak media, semula membenarkan bahwa pihaknya akan melakukan olah TKP kedua pada Sabtu (15/6/2013) malam. Namun, menurut Kapolsek, rencana itu batal setelah pihaknya menerima kabar dari suami korban, Ahmad Yani, yang menyatakan bahwa olah TKP tidak dapat dilakukan, dikarenakan istrinya Zuraidah jatuh sakit, dan harus dirawat di rumah sakit Grand Medistra Lubuk Pakam.

"Tadi malam rencana itu batal, gak jadi kita lakukan reka ulang sekaligus olah TKP kedua, karena dibilang suaminya, Zuraidah sakit, naik asam lambungnya katanya. Sejak tadi malam dibawa kerumah sakit Grand Medistra Lubuk pakam,"ujar Wahyuddin.

Dijelaskan Wahyuddin, reka ulang kejadian dan olah TKP dirasa harus dilakukan, karena pihak kepolisian masih merasa janggal dengan pengakuan sejumlah saksi dalam peristiwa perampokan tersebut.

"Kalau dianalisa, kejadian ini cukup langka dan jarang sekali kita tangani. Masak kejadian perampokannya terjadi jam sembilan malam dan baru dilaporkan kepetugas penjaga malam satu jam selanjutnya. Selain itu setelah kejadian dan sebelum dilaporkan kepetugas penjaga malam mereka sekeluarga itu sempat makan mie yang dibeli oleh supir mereka itu, makanya itu kita merasa janggal disini ingin kita lakukan pendalaman,"ujar Wahyuddin.

Kepolisian juga mengakui bahwa saat ini sudah mengamankan seluruh ponsel milik keluarga korban termasuk ponsel Faisal yang merupakan supir pribadi keluarga korban. Dari situ pihak kepolisian ingin mencari dengan siapa saja selama ini mereka berkomunikasi ataupun ber-sms.

"Kita bukan menuduh, dalam penyelidikan hal ini wajar dilakukan, tujuannya untuk melakukan pendalaman. Kalau dari keterangan Zuraidah, dia katanya kan baru belanja emas di Medan tapi setelah kita meminta mana kwitansi pembeliannya, rupanya gak ada. Alasannya katanya Kwitansi sudah dibuang. Tapi kita secepatnya akan mengecek apa benar dia ada belanja emas atau tidak,"ucap Wahyuddin.

Sementara ini, saksi dalam kasus tersebutt bertambah 1 orang dari sebelumnya yang hanya 6 orang,"yang saya herankan, mengapa tidak ada mereka berteriak minta tolong. Kenapa bisa satu jam hal itu dikabarkan kepada petugas penjaga malam. Kalau memang shok tapi yang jelas kata supirnya itu dia masih dapat tawaran dari Zuraidah agar membawakan makanan yang dibeli untuk istri supir, aneh sudah kenyang makan baru bercerita sama orang,"kata Wahyuddin.

Kendati, keterangan Kapolsek Galang itu tidak berbanding lurus dengan pernyataan pihak RS Grand Medistra, yang setelah dicek pada Minggu (16/6/2013), ternyata tidak pernah menerima pasien atas nama Zuraidah.

Kapolsek sendiri sempat terkejut mendengar informasi yang disampaikan wartawan kepadanya via ponsel, " Loh ia ya. Kata Suami Zuraidah itu dia sakit, asam lambungnya naik makanya dilarikan ke Grand Medistra. Itu pernyataan Suaminya,"ujar Wahyuddin. (sya I ds)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi