Dugaan Korupsi Walikota Sibolga, Poldasu Bentuk Timsus

MEDAN | DNA - Penyidik Subdit III/Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut membentuk tim khusus (Timsus) melakukan penyelidikan dugaan korupsi Walikota Sibolga, Syarfi Hutauruk sebesar Rp.17 milyar TA 2012.

"Kita telah membentuk tim khusus menanggani kasus dugaan korupsi Walikota Sibolga  karena penyidik yang menangani sebelumnya tidak maksimal," kata Direktur Ditreskrimsus Poldasu, Kombes Pol.Sadono Budi Nugroho,SH, kepada wartawan di Medan.

Disebutkannya, dugaan korupsi Walikota Sibolga yang sedang diselidiki terdiri dari beberapa item dan tergolong besar yaitu Rp.17 milyar antara lain, mark up pengadaan lahan  terminal  Sibolga Julu di Jalan Sibolga Tarutung Kilometer 3 Kelurahan Huta Barangan Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga dan rumah susun tersebut dan  Rumah Susun (Rusun), senilai Rp.3 milyar yang diperoleh dari dana APBD TA 2012.

Proyek pengadaan lahan terminal itu senilai Rp.1,5 milyar demikian juga pengadaan lahan rusun senilai Rp.1,5 milyar. Kemudian, sejumlah proyek yang dikerjakan  Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang anggarannya mencapai Rp.17 milyar. "Ada beberapa item dugaan korupsi yang kita selidiki. Karena tergolong proyek multi years, maka kita bentuk timsus, mudah-mudahan dapat segera tuntas," katanya.

Kata Sadono, sejumlah saksi sudah diperiksa antara lain, Basar Sibarani (Asisten I Pemko Sibolga),Sahat Simatupang (Camat Sibolga Selatan), Marajahan Sitorus (Camat Sibolga Utara), Agustinus Hutabarat, Sekda Kodya Sibolga dan mantan Kepala Dinas PU Sibolga yang menjabat tahun 2012. Dan dalam waktu dekat, Walikota Sibolga Drs Syarfi Hutauruk akan segera dipanggil untuk pemeriksaan.

Sadono mengakui, sudah memeriksa sejumlah saksi dan telah menyita dokumen-dokumen serta kwitansi dan rekening. “Kita sudah berkoordinasi dengan BPKP untuk mengaudit kerugian Negara,” kata Sadono, dengan berharap agar BPKP dapat segera menyelesaikan audit agar diketahui kerugian Negara.

Dijelaskan Sadono, pihaknya sudah mengendus identitas tersangka dalam kasus ini namun untuk intensnya tersangka ditetapkan setelah hasil audit kerugian Negara keluar dari BPKP dan segera menahan tersangkanya.(sal/mdn)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi