Gubernur Sumut Minta SKPD Segera Jadwalkan Pertemuan dengan "Stakeholder" Jamsostek

MEDAN | DNA - Menghadapi implementasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang akan diberlakukan pada tanggal 1 Januari 2014, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mendukung pelaksanaanya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kepesertaan tenaga kerja mengikuti program jamsostek di Sumatera Utara.

Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho selepas memberikan motivasi bersama Direktur Utama PT Jamsostek (Persero) Elvyn G Masassya  kepada para siswa SMAN 4 Jalan Gelas Ayahanda Medan dalam acara Gerakan Direksi BUMN Mengajar, meminta SKPD untuk segera menjadwalkan pertemuan antara Dinas Tenaga Kerja, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Jamsostek dan dinas terkait lainnya (stakeholder), untuk membicarakan teniks percepatan keikutsertaan tenaga kerja dalam program jamsostek.

“Saya minta agar SKPD segera membuat  forum untuk mempercepat kepesertaan jamsostek,” ungkap Gubsu dihadapan Dirut dan jajaran Kanwil Sumbagut, diruang kerja Kepala Sekolah SMAN 4, Selasa (21/05/2013) sebagaimana siaran pers Jamsostek Sumbagut, hari ini.

Tampak mendampingi Dirut Jamsostek Kepala Kanwil Sumbagut Pengarapen Sinulingga, Kacab Medan Satria Darma, Kacab Belawan Panji Wibisana, Kabid Teknologi Informasi  Sanco Simanullang dan sejumlah staf.

Gatot menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan program Jamsostek di Sumatera Utara  dimana kegiatan  Gerakan Sumatera Utara Peduli Jaminan Sosial, sudah dicanangkan pada ulang tahun jamsostek akhir tahun lalu.

"Para pengusaha diminta mengikutsertakan karyawannya ikut Jamsostek, karena selain berisi kewajiban, juga berisi sanksi. Pelanggaran terhadapnya bisa mendapat sanksi hukum," tegas Gatot, sembari mengingatkan bahwa kesejahteraan buruh harus terus ditingkatkan untuk kemajuan masyarakat Sumatera Utara.

Gatot meminta SKPD dan semua pihak untuk terus mendukung pelaksanaan program Jamsostek di Sumut sebab hal tersebut juga merupakan visi misi pemerintahannya. Gubsu yakin Jamsostek dapat menjadi leader BPJS Ketenagakerjaan Kelas Dunia  yang akan diberlakukan mulai 1 Januari 2014.

Sementara itu Direktur Utama PT Jamsostek (Persero) Elvyn G Masassya yang alumnus SMA Negeri 4 Medan, kepada Gubsu   berharap,  Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong seluruh perusahaan mematuhi UU Jamsostek, termasuk para tenaga kerja honoriumum daerah, tenaga keamanan maupun kebersihan, mengikutsertakannya dalam program jamsostek.

Selain mencantumkan kewajiban kepersertaan jamsostek dalam mengurus ijin usaha maupun perpanjangan ijin usaha serta kegiatan proyek jasa konstruksi, juga kewajiban ikut jamsostek saat penerbitan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)  terhadap proyek-proyek perumahan atau pertokoan.

Disamping perusahaan perusahaan tenaga kerja formal, para pekerja berstatus informal seperti harian lepas, borongan, musiman, perjanjian kerja waktu tertentu dan outsorcing juga tidak lepas dari ketentuan wajib jamsostek.

Bahkan, tenaga kerja yang berstatus honorium daerah, tenaga kerja pertahanan sipil(HANSIP) dan tenaga kebersihan dilingkungan secretariat kecamatan,  semuanya diwajibkan memenuhi UU No 3 tahun 1992 tentang Jamsostek.

Dirut PT Jamsostek (Persero) menegaskan akan terus mendukung pembangunan dan perekonomian Sumut, salah satunya penempatan deposito lebih besar di Bank Sumut .

"Saya mengucapkan terimakasih atas komitmen kuat Pak Gubernur mendukung program Jamsostek. Saya mohon dukungannya kedepan  terutama menghadapi BPJS Ketenagakerjaan,” pungkas Elvyn yang sebelumnya bersama Gubsu berkesempatan jadi 'pengajar' di SMAN 4 Medan untuk  dan memotivasi para siswa bersamaan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2013.(dna|ams)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi