Ditetapkan Sebagai Tersangka, Dirut PDAM Tirtanadi Sumut Sakit

MEDAN | DNA - Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtanadi, Ir. Azzam Rizal, M.Eng resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi rekening air sebesar Rp.5 Milyar.Namun, setelah akan diperiksa dengan status tersangka, orang nomor satu di PDAM Tirtanadi Sumut itu sakit dan dirawat di RS Bunda Thamrin, Jalan Sei Batanghari Medan.

Untuk mencek kebenaran informasi itu berhubung yang memberitahukannya sakit adalah kuasa hukumnya, tim tipikor Ditreskrimsus Poldasu mendatangi rumah sakit itu. Disana, Azzam Rizal mendapat infus.

"Dirut PDAM Tirtanadi Sumut, Ir. Azzam Rizal sudah kita tetapkan sebagai tersangka namun ketika hendak kita periksa, dia mengaku sakit dan opname di RS Bunda Thamrin," kata Kabid Humas Kombes Heru Prakoso melalui Dirreskrimsus Poldasu Kombes Pol.Drs. Sadono Budi Nugroho, SH kepada wartawan, Kamis (25/4). Yang memberitahukan Azzam sakit adalah kuasa hukumnya yang datang menemui penyidik.

Sadono mengatakan, sesuai keterangan pihak medis melalui kuasa hukumnya, sakit yang dialami orang nomor satu di perusahaan daerah sumut itu adalah penyakit tipus.

Sadono  menjelaskan setelah berstatus tersangka, Azzam sudah  dua kali dipanggil untuk pemeriksaan. Pemenanggilan pertama dilakukan hari Kamis (18/4) yang lalu, karena tidak didampingi kuasa hukum, tim penyidik Dit Res Krimsus membantalkan pemeriksaan Azzam.

Kemudian, pada Hari Kamis (25/4) kemarin, panggilan kedua direncanakan untuk  kembali diperiksa, namun kuasa hukum memberikan surat bahwa Azzam tidak bisa menghadiri pemeriksaan tersebut, dengan alasan sedang menjalani rawat inap atas penyakit yang dideritanya di RSU.Bunda Thamrin Medan.

"Pertama kali kita periksa dia sebagai saksi dan setelah berstatus tersangka sudah dua kali kita panggil namun pemanggilan pertama dia datang tapi tidak dilakukan pemeriksaan karena tidak didampingi kuasa hukumnya sebab kalau hukuman diatas 5 tahun harus didampangi kuasa hukumnya. Kemudian, rencana pemeriksaan kedua, dia sakit," katanya.

Setelah mendapat kabar dari kuasa hukum itu, tambah Sadono,  lalu  menyuruh  anggota untuk mengeceknya di rumah sakit Bunda Thamrin,  ternyata Azzam sedang  diinfus.

"Anggota yang melihat ke rumah sakit sudah memfhoto dia. Kalau seandainya tidak benar, kita akan tangkap dan periksa karena itu kita tungguh sembuh untuk diperiksa,"jelasnya dengan menyebut pekan depan akan diperiksa.

Sedangkan hasil audit BPKP, Sadono mengaku masih menunggu dan  tidak tutup kemungkinan lebih dari Rp.5 Milyar yang dikorupsi."Tersangka pasti akan bertambah, tunggu saja ya,"imbuhnya.

Dugaan korupsi yang dilakukan Azam, sambung Sadono dengan cara menyalahgunakan wewenang dalam penagihan rekening air PDAM Tirtadani Prov Sumut, kemudian perbuatan melawan hukum, dimana adanya perikatan PDAM Tirtadani Prov Sumut dengan pihak ketiga dilakukan oleh direksi tanpa ada persetujuan dewan pengawas dan tidak mendapatkan pengesahan dari Gubernur Sumut sebab PDAM Tirtanadi adalah perusahaan daerah yang mana segala sesuatu kebijakan harus ada persetujuan dari Gubsu.

"Kasus dugaan korupsi PDAM Tirtanadi sudah dalam laporan resmi dengan nomor laporan : LP/ 87/ I/ 2013/SPKT-I Tanggal 13 Januari 2013," kata Sadono dengan menambahkan, sudah memeriksa 15 orang saksi.

Selanjutnya  tindak lanjut penyidikan dengan  melakukan pemeriksaan ahli ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP), melakukan pemeriksaan ahli biro hukum Provsu terkait perda No.10 Tahun 2009 tentang PDAM Tirtadani Provsu dan tindakan lainnya yang dibutuhkan untuk itu.(Sal/mdn)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi