Warga Martubung Tetap Tolak Pengoperasian PKS PT AJP

LABUHAN | DNA - Masyarakat Kelurahan Martubung Lingkungan 2 tetap menolak keras pengoperasian pabrik kelapa sawit (PKS) PT Agro Jaya Perdana (AJP) yang selama ini sudah begitu banyak menyengsarakan masyarakat sekitar baik pencemaran debu, polusi suara bising maupun tak adanya kepedulian PT AJ bagi warga sekitar.

Hal itu disampaikan sejumlah pemuka masyarakat Kelurahan Martubung Lingkungan 2 Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (30/03/2013) melalui DNAberita, menurut warga lebih menyakitkan hati warga lagi, PT AJP selalu mengingkari perjanjian kesepakatan yang telah dibuat dihadapan anggota DPRD Sumut, Kepolisian, Angkatan Laut, Angkatan darat, Muspika,tokoh masyarakat serta dari PT AJP sendiri yang tertuang pada notulen kesepakatan pertemuan antara PT AJP dengan perwakilan masyarakat pada 14 Februari 2012 lalu pada pukul 13.00 WIB di PT AJP.

Dengan agenda keputusan, pertama PT AJP bersedia menghentikan sementara operasional mesin boiler yang menimbulkan suara kebisingan serta mengeluarkan asap berdampak tidak baik bagi masyarakat sampai ada keluar surat izin dari instansi terkait, dampak dari keberadaan mesin tersebut merugikan masyarakat (kasus pemkulan) dipersilahkan melanjutkan sesuai prosedur hukum yang berlaku, PT AJP kedepan harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan aparat setempat serta memantau setiap perkembangan apapun.

Bentuk penolakkan rencana pembangunan PKS PT AJP juga disampaikan warga melalui tulisan penolakkan di sejumlah spanduk yang telah terpasang di sekitar PT AJP dan pemukiman warga.Sebagaimana diketahui sebelumnya, acara kegiatan sosialisasi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) tentang pengoperasian pabrik kelapa sawit (Kernel Palm Oil) PT Agro Jaya Perdana (AJP) di wisma Transmigrasi Medan Labuhan akhirnya ricuh, pasalnya, sejumlah warga Lingkungan 2 Kelurahan Martubung merasa dilecehkan pihak P AJP akibat tak hadirnya sejumlah pemilik perusahaan dalam pertemuan tersebut melainkan hanya diwakilkan.Kamis sore (28/03/2013).

Suasana kericuhan serta keributan yang nyaris baku hantam tersebut sempat dilerai sejumlah petugas kepolisian yang berhadir di lokasi, sedangkan kegiatan sosialisasi AMDAL yang dihadiri Kepala Bidang Amdal dan konservasi pejabat pengawas lingkungan hidup daerah (PPLHD), Adnan Syam Zega, SH,M.Si maupun perwakilan pihak perusahan terpaksa ditutup padahal acara baru dimulai.

Bentuk penolakkan acara tersebut warga juga memboikot mengisi daftar hadir pada pertemuan tersebut,"Kami pertanyakan siapa yang memberikan izin pemakaian gedung wisma transindo ini kepada PT AJP, seenaknya saja memberikan gedung pemerintah untuk kepentingan sepihak PT AJP?, siapa yang legimitasi apa yang digunakan PT AJP dan siapa yang memfasilitasi, kenapa Pemerintah diam sehingga pertemuan ini terlaksana?,tanya Yarham alias Cuham.

Masyarakat keberataan kalau PT AJP itu terus beroperasi sebab polusi dan pencemaran tetap berlangsung, mereka tetap mengangkangi notulen kesepakatan yang telah dibuat antara PT AJP dengan masyarakat pada tanggal 14 Februari 2012 lalu, pokoknya PT AJP harus ditutup itu sudah harga mati, Pemerintah didesak jangan keluarkan AMDAL PT AJP, desak Yarham, Rusli, Munif Amir serta tokoh masyarakat lainnya yang protes.(Gus/Lbh).

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi