Mimpi Jadi News Anchor, Adi Juarai Audisi Presenter TV One

Orang yang sukses adalah orang yang tahu benar impiannya dan mau bekerja keras mewujudkannya. Kata-kata bijak ini sepertinya tercermin dari pria muda berusia 21 tahun, T. Adi Sampurno. Sejak kecil ia selalu terpukau saat melihat tayangan berita di televisi. Ia begitu kagum saat seorang news anchor atau presenter berita tengah membacakan berita. Dan sejak itulah, Adi kecil memiliki impian kelak suatu saat ia juga ingin menjadi seperti mereka yang ada di televisi.

“Presenter berita terlihat smart dan perfect. Mereka sepertinya tahu semua informasi yang up to date dan penampilannya keren, jadi waktu kecil saya ingin sekali menjadi seperti mereka,” kenang mahasiswa program studi Sastra Jepang angkatan 2010.

Namun jalan untuk mewujudkan impiannya itu tidak mudah karena Adi sejak kecil dikenal sebagai anak yang pemalu. Saat SMA, Adi sadar sifat pemalunya itu merupakan sebuah kelemahan dan hambatan untuk mewujudkan impiannya menjadi news anchor. Tekad Adi yang saat itu sekolah di SMA Negeri 1 Krian Sidoarjo semakin bulat untuk mewujudkan impiannya, maka selepas SMA ia memutuskan untuk mengambil sekolahbroadcasting.

Terlepas dari apakah nantinya ia benar-benar akan mewujudkan mimpinya menjadi news anchor atau tidak, ada hal lain yang menjadi motivasi Adi mengambil sekolah khusus tersebut. “Saya tahu kelemahan saya di mana dan saya berusaha mencari cara untuk mengikis kelemahan itu agar impian saya terwujud. Selain itu, menurut saya kemampuan dan keberanian berbicara di depan umum itu sangat berguna di bidang apapun yang nantinya akan saya geluti,” papar mahasiswa kelahiran 13 Februari 1991 ini.

Minatnya akan dunia presenting tidak pernah surut bahkan saat ia telah menjadi mahasiswa Sastra Jepang UA. Hal ini terlihat ketika ia mampu menyabet juara 1 Audisi Presenter TV One pada Pasar rakyat yang diadakan pada hari Minggu (24/12) lalu. Adi mengakui pengalaman lombanya ini bukan kali pertama, terhitung sudah tiga kali ia mengikuti audisi atau lomba presenter berita semacam ini.

“Untuk lomba kali ini, saya baru dapat informasinya dua hari sebelumnya lewat broadcast message. Saat itu saya sedang perjalanan menuju Salatiga untuk mengikuti lomba debat. Awalnya ragu, apakah memang ada audisi presenter itu. Pada tanggal 24 itu, saya baru saja sampai Surabaya pukul 03.00 pagi dari Salatiga dan pukul 08.00 pagi saya datang ke lokasi audisi,” Adi menceritakan perjuangannya kala mengikuti lomba yang diikuti oleh 85 peserta seregional Surabaya ini.

Perjuangan Adi memang berbuah hasil manis, plakat juara dan uang tunai pun diraihnya. Padahal diakui oleh Adi para peserta yang mengikuti audisi kala itu berasal dari berbagai kalangan mulai dari ibu rumah tangga hingga presenter berita yang sudah profesional.

“Ibu adalah motivasi terbesar saya menjalani semuanya. Semua langkah yang saya ambil pasti izin ke ibu dulu. Saat saya sedang gugup atau bingung harus membuat keputusan untuk ikut lomba atau menerima pekerjaan di bidang presenter, ibu jadi pegangan saya. Ketakutan dan kecemasan apapun di pikiran akan hilang kalau sudah bicara dengan ibu,” tambah mahasiswa yang sejak 1 tahun lalu juga menjadi presenter di JTV ini.

Adi yang juga pernah mencicipi pengalaman menjadi penyiar radio di EBS ini mengaku yang paling sulit dalam perjalanan mewujudkan impiannya adalah mengalahkan diri sendiri. Ia yakin saat ia mampu mengendalikan diri dan menaklukan semua kelemahan yang ada pada dirinya maka akan lebih mudah lagi mewujudkan impiannya.

Anak bungsu dari tiga bersaudara ini tahu benar setiap langkah yang diambilnya, termasuk pilihannya mengambil kuliah Sastra Jepang. “Di dunia broadcasting, presenter atau news anchor itu sudah banyak. Tetapi saya ingin menjadi news anchor yang unik dan berkarakter. Sastra Jepang merupakan bidang studi yang dikenal dengan keunikannya dan kami pun didorong untuk memiliki keunikan pribadi. Dan saya yakin keunikan itu akan berguna saat saya menjadi news anchor,” tambah Adi yang menggunakan nama Adi Sudrajat sebagai stage namenya.

Sudrajat adalah nama belakang almarhum ayahnya. “Saya akan menggunakan nama Adi Sudrajat untuk membanggakan beliau. Saya akan fokus pada impian saya menembus dunia pertelevisian nasional dengan nama beliau di belakang nama saya,” tutur pria yang mengidolakan Indra Maulana, news anchor Metro TV, ini penuh keyakinan. nunk.(sam/unair)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi