Kebakaran Bencana yang Sering Terjadi di Kota Medan

MEDAN | DNA - Pemko Medan memberikan  apresisiasi  dan terima kasih Kepada Konsul Jendral Jepang dan Jica   atas kerja samanya dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemko Medan,  untuk melaksanakan seminar penanggulangan kebakaran dan banjir bertaraf Internasional, diharapkan  seminar ini nantinya akan memberikan manfaat dan pembelajaran bagi Kota Medan.

Di Kota Medan ini bencana yang pertama adalah kebakaran yang kedua adalah banjir,  menyangkut masalah bencana alam untuk Kota Medan sudah melakukan antisipasi denga melakukan pengerukan Sungai Babura dan Sungai Deli dan kerja sama ini telah dibangun untuk bersama-sama meminimalisir terjadinya banjir di Kota Medan.

“ Terjadi banjir baru sekali di Kota Medan pada 2011 lalu dan inipun hanya sekilas, hanya sekedar tergenang,  satu jam kemudian surut, ini bukan banjir, yang banjir itukan kalau masyarakat harus mengungsi, “ ujar Rahudman

Hal ini dikatakan oleh Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM pada acara Internasional Seminar on Fire and Flood Fighting,  yang diikuti para peserta dari segala lapisan, seperti akademisi, pemuda, tokoh agama,  budaya dan lainnya, seminar ini dihadiri, konsul Jepang Mr Yuji Hamada, konsul Malaysia, Konsul Kehormatan Belanda, ketua DPD RI H  Irman Gusman, anggota DPD RI, asal Sumut Prof Damayanti, DR H Rahmat Shah, anggota dewan Kota Medan Budi D Sinulingga, anngota DPRD Medan.

Dikatakannya,  konsep Pemko Medan didalam menanggulangi banjir ini dengan menata  semua pemukiman yang ada dipinggiran Sungai, dengan melakukan pendekatan agar mereka mau merubah, dimana selama ini rumah mereka membelakangi Sungai , kita coba  rumahnya menghadap Sungai, dan nantinya Pemko Medan melakuakan kerja sama dengan Menteri Perumahan Rakyat akan membuat penataan pemukiman tersebut, dan ini mendapat dukungan dari DPRD Kota Medan.

“ Seminar ini adalah suatu suprise dalam rangka mendorong agar semua kepala Lingkungan sebanyak 2001 orang di Kota Medan ini  yang juga pernah mendapat pelatihan pencegahan kebakaran agar bisa siap siaga menghadapi kebakaran,  juga dapat mengingat kembali hal-hal yang lebih tehnis, “ ungkap Walikota Medan.        

Menurutnya, dengan adanya seminar yang didukung oleh para ahli pemadam kebakaran dari negara Jepang,  kita berharap nantinya ada Standard Operasional Prosedur (SOP) yakni suatu sistem yang menjadi pedoman yang jelas untuk bisa sosialisasikan kepada para relawan kita yang sudah kita bentuk dan juga organisasi formal Kepling, dan ini nantinya akan difasilitasikan , karena bencana di Kota Medan yang sering dihadi adalah bencana kebakaran, dengan seminar ini nantinya para relawan Kota Medan dan Sumut dapat mengantisispasinya termasuk penyeioaan peralatan tentunya, dan SDM manusian  yang menggunakan alat tersebut.

Selain itu mjuga didalam meenanggulangi benmcana kebakaran yang terpenting juga adalah peran dari masyarakat, bila terjadi bencana kebakaran diminta agara masyarakat jangan mendekat, akibat masyarakat telalu ramai sehuingga mobil pemadam kebakaran sulitr untuk masuk ke lokasi kebakaran, untuk itu  konsep Pemko Medan dalam mengahadi bencana kebakaran adalah menyiapkan  poprtable yang memlilkikii tembakan yang lebih kuat apa bila lokasi kebakaran tersebut terbelokir.

Panaitia pelaksana  seminar Parlindungan Purba SH melaporkan, bahwa terjadinya bencana kebakaran selalu terjadi tridak terduga,dan bencana ini tentunya semua tidak menginginkannya, untuk itulah kita sama-sama perlu mencegahnya secara dini dan melakukan penangguilangannya apa bila sewaktu-waktu terjadi, untuk itulah seminar ini guna memberikan wawasan dan pengetahuan guna penanggulangannya.

Dilaporkannya, seminar ini baru pertama dilakukan dan Kota Medan adalah sebagai kota pertama di Indonesia digelarnya seminar yang bertaraf internasional ini, dalam seminar ini menghadirkan  sejumlah ahli pencegah kebakaran dari Jepang seperti MR Tanaka selaku cief advisor JICA, selaku nara sumber serta ahli pemadam kebakaran dari Indoensia yakni Nurhadi dan Bapak Simanjuntak.(sam/mdn)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi