Duta Besar Arab Saudi Kunjungi Ponpes Mawaridussalam

MEDAN | DNA - Duta Besar Arab Saudi Syeikh Musthafa Ibrahim al-Mubarak beserta rombongan yang terdiri dari Atase Agama Dr. Ibrahim Sulaiman al-Nughaimsy, Kabid. Keagamaan, sekretaris pribadi dubes dan ajudannya menyempatkan waktu berkunjung ke Ponpes Mawaridussalam yang baru saja merayakan milad ketiganya beberapa waktu lalu.

Kunjungan ke ponpes Mawaridussalam ini dilakukan dubes dan rombongan di sela-sela kunjungan ke berbagai instansi di Sumatera Utara, antara lain USU, Ma’had Aly al-Sunnah Tanjung Morawa, UISU, IAIN SU, UNIVA, Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Medan dan kantor Gubernur Sumatera Utara.

Dalam sambutan singkatnya Pimpinan ponpes Ust. Drs. Syahid Marqum, S.pd.I menjelaskan, sejarah berdirinya ponpes dan cita-cita wakafnya sebagai asset umat yang menjadi tanggung jawab semua umat muslim di seluruh dunia.

“Belajar dari sejarah panjang pasang surut ponpes di Indonesia, maka sejak awal para pendiri Ponpes Mawaridussalam telah berikrar mewakafkannya di jalan Allah. Maka ponpes ini sudah bukan milik kami, tapi menjadi aset umat yang maju mundurnya telah menjadi tanggung jawab semua umat muslim”, kata Syahid.

Dubes Saudi Syeikh Mushthafa Ibrahim al-Mubarak sangat antusias dalam memberikan sambutannya sebagai motivasi bagi para santri. Beliau bercerita tentang perjalanan studinya hingga menjadi dubes, meski tidak berasal dari keluarga kerajaan.

“Di sini sudah lebih enak dibanding saya dulu waktu belajar. Saya dari keluarga yang kurang mampu. Tapi dengan belajar sungguh-sungguh, akhirnya saya menjadi lulusan terbaik dan bisa bekerja di kerajaan. Dan dengan terus bekerja maksimal tanpa pamrih, akhirnya saya diberi kesempatan menjadi duta besar”, kata Syeikh Mushthafa.

Setelah sambutan singkat, dubes dan rombongan berfoto bersama para guru dan santri dalam suasana yang hangat dan akrab kekeluargaan. Setelah itu dibuka kesempatan dialog.

Dua santri dan satu guru pun bertanya tentang proses melanjutkan studi ke Arab Saudi, cara mendapatkan beasiswa, cara menghafal Alquran dan cara mendapatkan bantuan buku-buku dari Arab Saudi.

“Saya bangga dengan santri dan guru di sini. Baru tiga tahun, tapi sudah mengalami kemajuan yang luar biasa. Baik dari kuantitas maupun fasilitas. Bahasa kalian pun sangat bagus”, tambah Mushthafa setelah memberikan jawaban pertanyaan para santri dan guru.

Dalam kesempatan itu juga, dubes mengumumkan bantuan sebesar 20.000 dolar kepada ponpes yang diwujudkan dalam perpustakaan digital, komputer dan buku-buku. Kemudian meminta ponpes untuk mengajukan dua nama guru untuk mendapatkan panggilan ibadah haji 1434, dan dua nama guru untuk mendapatkan panggilan melaksanakan ibadah umrah.

Yang lebih menggembirakan lagi, pada saat mau meninggalkan ponpes, Syeikh Mushthafa kembali menunjuk tiga guru untuk ikut umroh rombongan dari kedutaan Arab Saudi, yaitu Ust. Muhammad Haramain bin Tumiran, Ush. Mahani binti Muhammad Syahir dengan Ust. Ilham Aswari Nasution (suami ush. Mahani) sebagai mahromnya.

Pada keesokan harinya, Jumat (1/3), seluruh surat permohonan bantuan yang hendak diberikan kedutaan Arab Saudi kepada Ponpes Mawaridussalam telah diajukan sebelum kepulangan dubes ke Jakarta. “Terus berdoa dan tunggu kabar gembiranya”, kata Syeikh Mahmud, ajudan dan sekpri dubes Arab Saudi saat menerima surat dari Syahid Marqum. (Sam/rel)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi