Penyusunan Dapil DPRD Sumut Langgar Aturan KPU

MEDAN | DNA - Penyusunan Daerah Pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara yang dibuat Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumut dinilai tidak memenuhi prinsip penyusunan dapil sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Tata Cara Penetapan Dapil dan Alokasi Kursi Setiap Daerah Pemilihan Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota Dalam Pemilihan Umum Tahun 2014.
 
Hal ini ditegaskan Ketua Fraksi PPP DPRD Kota Medan Ir Ahmad Parlindungan Batubara MSi di Medan, Senin (04/03/2013) menyikapi penyusunan Dapil DPRD Sumut yang dibuat KPU Sumut yang menetapkan Kota Medan menjadi dua dapil untuk DPRD Sumut.
 
Dapil Sumut 1 dengan alokasi 10 kursi meliputi Kecamatan Medan Amplas, Medan Denai, Medan Area, Medan Kota, Medan Tembung, Medan Perjuangan, Medan Timur, Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Marelan dan Medan Belawan. Sedangkan Sumut 2 dengan alokasi 7 kursi meliputi Medan Johor, Medan Tuntungan, Medan Sunggal, Medan Selayang, Medan Maimun, Medan Baru, Medan Polonia, Medan Barat, Medan Petisah dan Medan Helvetia.
 
Menurut Lindung, jika dianalisis dari pembagian kursi terhadap daerah pemilihan kecamatan, KPU Sumut belum memperhatikan dengan benar Pasal 3 Ayat 1 Keputusan KPU 5/2013 yang mengisyaratkan kesetaraan nilai. Dari hasil perhitungan perolehan kursi Sumut 1 ini dengan jumlah penduduk 1.577.419 jiwa, jika dibagi dengan angka BPPD sumut sebesar 152.277 maka akan diperoleh jumlah kursi sebanyak 10,36 kursi atau dibulatkan dengan menjadi 10 kursi dengan sisa lebih penduduk sebanyak 54.649 jiwa.
 
Untuk Sumut 2, dengan cara yang sama dengan membagi jumlah penduduk sebanyak 1.025.193 jiwa dengan angka BPPD Sumut sebesar 152.277, maka akan diperoleh jumlah kursi sebanyak 6,73 kursi atau dibulatkan menjadi 7 kursi dengan sisa kurang penduduk sebanyak 40.746 jiwa. Besarnya kelebihan dan kekurangan suara ini tentunya tidak memenuhi prinsip satu orang satu suara satu nilai.
 
Kemudian Pasal 3 Ayat 3 mengisyaratkan proporsionalitas. Jika dilihat dari pembagian kursi per dapil pada Sumut 1 dan 2 yang sebelumnya berasal dari satu daerah pemilihan, perimbangan alokasi antar kursi antar daerah pemilihan tidak terjaga, dimana Sumut 1 sebanyak 10 kursi sedangkan Sumut 2 cuma 7 kursi.
 
Selanjutnya Pasal 3 Ayat 4 mengisyaratkan integralitas. Tentang integralitas wilayah yaitu daerah kecamatan harus disusun saling berbatasan, mempertimbangkan kondisi geografis, sarana perhubungan dan aspek kemudahan transportasi. Jika dianalisis daerah kecamatan yang ditetapkan KPU seperti pada Sumut 1, Kecamatan Medan Amplas yang berada di ujung Selatan Kota Medan digabungkan dengan Kecamatan Medan Belawan yang berada di ujung Utara Kota Medan
 
Menurut Lindung, pembagian Dapil DPRD Sumut dari daerah Kota Medan yang paling baik adalah, Sumut 1 dengan alokasi 9 kursi meliputi Kecamatan Medan Barat, Medan Petisah, Medan Helvetia, Medan Baru, Medan Tembung, Medan Perjuangan, Medan Timur, Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Marelan dan Medan Belawan.
 
Sedangkan Dapil Sumut 2 dengan alokasi 8 kursi meliputi Kecamatan Medan Amplas, Medan Denai, Medan Area, Medan Kota, Medan Johor, Medan Tuntungan, Medan Sunggal, Medan Selayang, Medan Maimun dan Medan Polonia.
 
Lindung menambahkan, pihaknya akan akan mengajukan keberatan soal penyusunan Dapil DPRD Sumut ini ke KPU Sumut dan Panwaslu Sumut. (sam/mdn)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi