Nababan se Kota Medan Desak Kepolisian Tangkap Pembunuh Selo Nababan

MEDAN | DNA - Pengurus Pomparan Borsak Mangatasi Nababan Boru Bere (PBNBB) Kota Medan mendesak pihak kepolisian baik Polres Deli Serdang maupun Polda Sumut untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan terhadap seorang balita Selo Nababan (4) yang baru-baru ini ditemukan tewas mengenaskan di belakang rumahnya di Lubuk Pakam, Deli Serdang.
            
Mereka menyebutkan peristiwa penculikan dan pembunuhan tersebut sangat mengiris hati setiap orang dan dinilai sangat keji karena terjadi pada seorang anak yang tidak berdaya.
            
“Kita mengutuk keras penculikan dan pembunuhan terhadap Selo Nababan dan meminta pihak kepolisian untuk segera mengungkap dan menangkap pelakunya,” ujar Drs. Toman Nababan, Ketua Umum PBNBB Kota Medan,Kamis (21/2/2013).
            
Seluruh keturunan dari Borsak Mangatasi Nababan sangat terpukul dan berduka atas musibah tersebut. Keluarga Sahar Nababan (orang tua Selo,red) adalah bagian dari keluarga besar Pomparan Borsak Mangatasi, karenanya musibah yang dialami keluarga tersebut merupakan musibah yang menimpa seluruh keturunan marga Nababan dimana pun mereka berada.
            
“Kasus penculikan dan pembunuhan ini merupakan ujian bagi kinerja kepolisian di daerah ini, tapi kita percaya dengan personil yang sudah terlatih serta dilengkapi peralatan canggih pihak kepolisian dapat segera mengungkap kasus ini, asal mereka mau bekerja lebih keras dan sungguh-sungguh,” kata Toman didampingi pengurus lain seperti St. Benget Nababan, Tanjung Nababan, St. Efendi Nababan, Robinson Nababan, Rafles Nababan dan Mansur Nababan (Masing-masing sebagai Ketua), Ir. Himler Nababan (Sekretaris) dan Dra. Sondang Nababan (Bendahara) serta beberapa pengurus sektor.
            
Selain itu mereka juga meminta kepada pihak Poldasu agar mengutamakan pengungkapan kasus ini karena Selo hanya merupakan salah satu korban kekerasan yang terjadi terhadap anak. PBNBB kota Medan berharap dengan pengungkapan kasus ini, pelaku kriminal akan berpikir dua kali untuk melakukan kejahatan.
            
Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, Selo (4) anak dari pasangan Sahar Nababan dan Kasma Boru Manurung, warga Desa Pagar Jati Kecamatan Lubuk Pakam, hilang sejak Minggu (17/2) sore. Selang satu jam hilangnya Selo, penculik tersebut mengirim pesan singkat lewat sambungan seluler (SMS) ke hand phone milik orang tua Selo, untuk meminta tebusan uang sebesar Rp 2 milyar, jika menginginkan anaknya kembali.

Namun kemudian jasad Selo Alpiano Nababan akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan di lokasi yang tidak jauh dari rumah kediaman keluarga korban, Jalan Motung Desa Pagar Jati Kecamatan Lubuk Pakam,  pada Selasa (19/2) malam sekira pukul 21.30 Wib.(sam/mdn)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi