PT Madinah Madani Mining (M3) Beroperasi Sesuai Peraturan

MEDAN | DNA - PT Madinah Madani Mining (M3) di Desa Tapus Kec. Lingga Bayu, Kab. Mandailing Natal (Madina) beroperasi sesuai peraturan dan telah memiliki ijin sejak berdiri pada tahun 2007. Hal itu dikatakan Wakil Direktur PT M3, Robert Dermawan didampingi Humas Sudarno saat mengadakan temu wartawan di Medan.Jumat (25/01/2013) di Medan.

Dikatakan, sejak berdiri pada 25 Juni 2007 perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan itu sudah memiliki sejumlah ijin dari Bupati Madina diantaranya surat ijin nomor: 540/ 587/ K/ 2007 tentang ijin usaha pertambangan eksporasi, surat ijin uji coba penambangan nomor: 540/ 575/ K/ 2008, surat ijin menjadi usaha pertambangan operasi produksi nomor: 540/ 461/ K/ 2009 dan surat perubahan ijin tentang persetujuan peningkatan ijin usaha pertambangan operasi peroduksi, berdasarkan Kep. Bupati Mandina nomor: 540/ 473/ K 2012 tanggal 16 Agustus 2012.

“Jadi kalau ada tudingan miring perusahaan kita beroperasi tanpa ijin, itu adalah fitnah dari ulah orang yang tidak senang dengan perkembangan PT M3,” kata Robert yang mantan personil Polri tersebut.

Tudingan miring terhadap PT M3 muncul sejak diadakannya rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS LB) pada 27 April 2011 yang menghasilkan keputusan untuk mengganti Direktur Utama PT M3 dari pejabat lama, Siti Maryam kepada pejabat baru, Bagyo Widaghdo.

Pergantian itu diambil karena Dirut yang lama dianggap tidak dapat mempertanggung jawabkan kepemimpinannya dan administrasi maupun keuangan. “Buntutnya, Komisaris PT M3 melapor Siti Maryam ke Polres Madina atas dugaan penipuan dan penggelapan yang masih diproses polisi,” ungkap Robert.

Dibalik semua ini, masih kata Robert, setelah tidak menjabat Dirut PT M3, Siti Maryam mendirikan PT. Medan Madina Mining (M3) pada tahun 2011 yang ijin usaha pertambangannya terbitkan 29 September 2010. “Hal ini rancu, ada perusahaan berdiri tahun 2011 sedangkan ijinnya terbit tahun 2010 dengan lokasi berada di sebelah perusahaan kita. Apakah ini bisa dianggap benar,” tanya Robert.

Sementara itu, Humas PT M3 Sudarno mengatakan, selain memiliki ijin yang lengkap, pihaknya juga telah memenuhi sejumlah kewajiban perusahaan diantaranya laporan bulanan dan laporan tiga bulanan kepada Pemerintah setempat serta menyalurkan Corporate social responsibility (CSR).

Diantaranya bantuan pembangunan sekolah Madrasyah, pembukaan jalan tembus dari Desa Sido Makmur ke Tapus, pengerasan jalan, bantuan sembako kepada warga kurang mampu di Tapus, bea siswa bagi SD di Sinunukan, santunan terhadap orang tua jumpo dan anak yatim setiap 6 bulan sekali di Desa Sido Makmur, pengaspalan jalan dan perbaikan drainase sepanjang 4 Km dari RT 1 hingga RT 4 Desa Sido Makmur. “Bahkan kita juga mempekerjakan 80 persen warga setempat dan 20 warga pendatang yang masih berdekatan dari lokasi perusahaan,” ucapnya.(Gus/Mdn).

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi