Realisasikan Rekomendasi Komisi B DPRD Medan

MEDAN | DNA - Sejumlah guru Sekolah Menengah Atas Negri (SMAN) 18 Medan mendesak Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, segera merealisasikan rekomendasi Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan.
    
Dimana rekomendasi tersebut isinnya antara lain memutasi/memindahkan Kepala Sekolah (Kepsek) Dra Nurmaini Siregar dari lembaga pendidikan yang terletak di jalan Wahidin Medan tersebut.
    
Desakan tersebut sampaikan lewat pertemuan antara sejumlah guru SMAN-18 dengan Komisi B DPRD Medan di gedung sementara DPRD Medan jalan Gunung Krakatau Medan Jumat (11/1/2013) kemarin.

Adappun guru yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain, Maidar Galingging, Iba Sabirin, Rafles Nababan, serta K Sihite, dan sejumlah guru SMAN-18 Medan lainnya, sedangkan Komisi B DPRD Medan diwakili Ir Yahya Payungan Lubis dan HT Bahrum SH.

Dalam pertemuan tersebut sejumlah guru mengaku kondisi di SMAN-18 Medan sangat tidak kondusif, kesenjangan antar sejumlah guru dan kelapa sekolah sudah tidak terbendung, kejanggalan demi kejanggalan terus terjadi di sekolah yang dipimpin Nurmaini Siregar tersebut

Diantaranya pindahnya Bendahara, meskipun atas permintaan sendiri dan sekarang bertugas di kantor camat, namun ini menunjukkan kalau hubungan antar bendahara dan Kepala SMAN-18 Medan tersebut sudah tidak tidak harmonis lagi.

Tidak hanya itu, meraka juga mengatakan rapat kerja tahun 2012/2013 tidak pernah dilakukan. Kepala Sekolah dinilai telah bertindak semena-mena, melakukan intervensi dengan mengganti Kepala Musyarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Keluarga  Negara (MGMP PKN) tanpa musyawarah. Sehingga tindakan ini dinilai telah melanggar tugas pokok dan fungsi (Tufoksi) sebagai seorang kepala sekolah.

Hal yang paling tidak mengenakkan bagi guru-guru di SMAN 18 ini adalah lanjut sejumlah guru dalam pertemuan dengan Komisi B DPRD Medan tersebut, guru yang sedang cuti melahirkan dijeput oleh Kepala Sekolah untuk mengikuti seminar di Hotel Dharma Deli pada Bulan Okteber lalu.Padahal masih banyak guru lain yang bisa diikut sertakan dalam seminar tersebut, ungkap mereka.

Menyikapi keluhan para guru ini, anggota Komisi B DPRD Medan Yahya Payungan Lubis meminta kepada    Walikota Medan untuk menyikapinya secara serius, sebab jika hal ini dibiarkan berlarut-larut sangat berdampak negatif bagi proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

"Apa lagi Komisi B DPRD Medan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala dinas Pendidikan (Kadisdik) beberapa waktu lalu telah merekomendasikan pemutasian kepala sekolah tersebut, tujuannya agar proses belajar mengajar di sekolah itu bisa berjalan dengan baik,"imbuh Yahya.

Jadi lanjut politisi dari Partai Demoktar ini, demi ketenangan, dan kenyaman di SMAN-18 Medan, tidak ada jalan lain kecuali memutasi kepala sekolahnya ke sekolah lain, dengan demikian tidak ada lagi pertikaian, antar guru dan kepala sekolah, sehingga proses belajar mengajar disekolah tersebut juga menjadi lebih baik.(sam/mdn)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi