Andi Tewas Saat Hendak Menolong Jhansen Kesetrum Listrik

MARELAN | DNA - Jelang Kamis magrib itu (03/01/2013) seperti biasa Andi bekerja di salah satu air isi ulang yang berada tak jauh dari lokasi warnet, ketika itu Andi melihat Jhansen mendadak kesetrum listrik langsung jiwa penolong Andi tersentuh hingga tanpa pikir panjang Andi menyentuh Jhansen yang kala itu sudah mngelepar di lantai.

Akantetapi belum lama menyentuh malah Andi turut kesetrum membuat suasana di bangunan ruko tingkat 2 jalan Medan Belawan Km 21 tersebut heboh dengan kabar 2 pemuda lengket kesetrum listrik, kontan saja arus listrik saat itu sempat dipadamkan, selanjutnya kedua korban dilarikan ke RS PHC Belawan atau sekarang dinamai RSU Pelabuhan Medan.

Sayangnya jiwa Andi tak tertolong lagi sedangkan rekannya Jhansen hingga kini masih bertarung dengan maut terbaring lemas di rumah sakit.Jenazah Andi yang tampak agak berdarah dibagian kepalanya langsung dibawa ke rumah duka Jalan YP Hijau Lingkungan 8 Kelurahan Labuhan Deli Kecamatan Medan Marelan persisnya di rumah pamannya Ruslan.

Meski suasana pada malam itu sempat padam listrik namun kerumunan warga kian menyesakkan bahkan isak tanggis para keluarga dan kerabat Andi tak kunjung berhenti hingga beberapa saat kemudian listrik kembali menyala. Wak Antang salah seorang dari pihak keluarga korban sempat memekik agar jangan mengerumuni korban tewas di dalam rumah bahkan berulangkali ia melarang orang untuk membuka kain tutup muka korban.

"Siapa pun dia jangan dulu dibuka tutup muka korban, sebab ia mau divisum karena entah kenapa nanti sama PLN kita belum tahu, tolong jangan dibuka,"kata Wak Antang malam itu.

Sebagaimana diketahui korban Andi merupakan anak ke 4 dari 6 bersaudara pasangan Teguh dan Ida, Andi selama ini dikenal rajin bekerja di salah satu air isi ulang di Lingkungan 6 Belawan Bahari dan rencananya jenazah Andi yang tampak mengeluarkan darah tersebut akan dibawa ke RS Pirngadi Medan untuk divisum.(Gus/Mrl). 

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi