258 Imigran Gelap Bermasalah di Medan

MEDAN | DNA - Kepala Rumah Detensi Imigrasi Medan (Ka Rudenim), Herdaus mengatakan, sebanyak 258 warga Negara Asing detensi (bermasalah) tinggal di Rumah Detensi Imigrasi Medan (Rudenim).

Mereka itu berasal dari berbagai negara di dunia, diantaranya, Negara Srilangka, Miyanmar, Pakistan, India, Afganistan, dan negara lainya.

Belum lagi  di 7 titik penampungan di Sumatera Utara. Ada sebanyak 650 WNA bermasalah dengan administrasi, tentu saja ini akan menjadi persoalan.

"Jadi dari jumlah 258 WNA detensi di Rudenim itu, terbanyak dari negara Srilangka," ucap Nardaus, dalam acara Sosialisasi tentang Rumah Detensi Imigrasi TA 2012 di  Hotel Madani, dengan peserta sekitar 30 wartawan media cetak maupun elektronik, Selasa (27/11/2012).

Ia menjelaskan, bahwa rumah detensi imigrasi Medan, adalah sebagai tempat penampungan sementara bagi orang-orang asing yang terkena administrasi keimigrasian. Artinya, kata dia, warga negara asing Rudenim ini adalah WNA bermasalah administrasi.

"Baik paspor, maupun izin masuk ke Indonesia, juga WNA illegal," ucapnya seraya menjelaskan untuk menampung WNA detensi ini, Rudenim memiliki batas maksimun 10 tahun.

Hal ini sesuai dengan  UU NO 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Selanjutnya, paparnya, dengan batas 10 tahun maksimun itu, WNA detensi tersebut dilepas dan tidak lagi tinggal di Rudenim.

Disebutkannya,  WNA detensi di Rudenim  tidak bisa dipulangkan ke Negara asal, karena kedutaan negara mereka  tidak respon jika dihubungi terkait pemulangan warganya tersebut.

"Bahkan kedutaaan WNA detensi itu tidak peduli lagi," bebernya. Nerdaus menambahkan, walaupun tidak mengganggu pembinaan, saat ini permasalahan yang dihadapi Rudenim tentang jumlah personil petugas Rudenim yang dinilai minim dibandingkan dengan jumlah personil yang cuma 21 orang.

"Saat ini kita hanya  ada 21 orang petugas Rudenim, sedangkan WNA detensi ada 258 orang," ucapnya. Selain masalah jumlah personil petugas Rudenim, ungkap Herdaus, juga ada masalah tempat isolasi bagi WNA detensi membuat keributan.

Dia bilang, untuk isolasi di Rudenim belum ada. " Persoalan jumlah personil  Rudenim dan isolasi, ini sudah  setiapkita membuat laporan ke Depertemen hukum dan HAM," ucapnya.

Acara itu turut dihadiri Kasi Keamanan dan Ketertiban, Yusuf Umar Dani, Kasi Rigister Administrasi dan Pelaporan, Rida Agutian dan Kasi Perawatan dan Kesehatan dan sejumlah pegawai Imigrasi Medan.(dna|ams)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi