Gatot : Ayo Cuci Tangan Pakai Sabun

MEDAN | DNA - Kebiasaan cuci tangan pakai sabun (CPTS) adalah hal kecil yang jika tidak dibiasakan terasa berat. Padahal dari kebiasaan kecil tersebut sangat menentukan masa depan generasi bangsa.

Demikian diungkapkan Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho,ST dalam Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (CPTS) ke-5 yang dilaksanakan di SDN  060880 dan SDN 060890 di Jalan Polonia Medan. Di Sumut acara peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia secara serempak dilaksanakan  di 200 Sekolah Dasar di Medan, 20 SD di Tebing Tinggi , 90 SD di Deli Serdang dan 69 SD di Kota Binjai.

Dalam kesempatan tersebut, Gatot mengajak masyarakat membudayakan  cuci tangan pakai sabun di lingkungan masing-masing. "Saya harapkan cuci tangan pakai sabun menjadi gerakan yang membudaya. Dengan fokus kampanye anak sekolah dasar, maka gerakan ini diharapkan efektif mengurangi penyebaran penyakit menular dan membudayakan gaya hidup bersih dan sehat," ujar Gatot.

Dia menyebutkan bahwa kampanye cuci tangan pakai sabun di Sumut sudah dimulai pelaksanaan 21 hari sebelumnya bagi anak-anak sehingga dapat menjadi kebiasaan anak-anak. Karena CPTS adalah perilaku sehat yang terbukti secara ilmiah dapat mencegah penyebaran penyakit menular seperti kecacingan, diare dan flu burung. Sebagaimana tema nasional, anak yang sehat berawal dari tangan yang sehat, maka menurut Gatot generasi yang hebat juga berawal dari derajat kesehatan anak-anaknya. Anak yang pintar dan berbakat hanya dapat berakitivitas dengan baik bila dalam kondisi sehat. "Anak-anak yang sehat dan pintarlah yang akan mengisi tampuk kepemimpinan bangsa di masa mendatang," ujar Gatot.

Gatot lantas menyempatkan diri berdialog dengan anak-anak dokter cilik tentang pengalaman masing-masing  menjaga dan mengkampanyekan kebersihan. Dengan semangat Gatot juga mengajarkan yel yel penyemangat kepada anak-anak, agar termotivasi menjadi anak yang beriman, sehat, cerdas dan berprestasi.

Pada kesempatan tersebut Gatot membacakan sambutan Menteri Kesehatan DR Nafsiah Mboi, SpA,MPH, yang menyebutkan bahwa HCTPS dilakukan sejak tahun 2008 setiap tanggal 15 0ktober. Momentum tersebut digunakan untuk menyerukan kepada masyarakat dunia perlunya meningkatkan praktek higiene dan sanitasi.

Tema nasional "Anak yang sehat berawal dari tangan yang sehat" dipilih mengingat anak-anak sebagai agent of change sehingga penting menanamkan perilaku sehat bersih sejak dini.

Acara yang dihadiri Wakil Direktur PT Unilever Sancoyo Antarikso, pendiri LSM Heartindo dr. Apsari Diana Kusumastuti, MARS, KetuabTim Penggerak PKK Provsu Hj Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho, Kadis kesehatan Provsu dr SH Suryantini, MKes, Kadis Kesehatan Kota Medan Erwin, jajaran pimpinan SKPD di lingkungan Provsu, dan tamu dan undangan lainnya.

Sancoyo menyebutkan bahwa Kampanye CTPS yang terus ikut digagas pihaknya dalam rangka menyelamatkan jutaan anak Indonesia. Dikatakannya diare dan pneumonia masih menjadi maskah uma kesehatan anak Indonesia dimana 83 balita meninggal dunia akibat pneumonia setiap hari dan satu dari empat anak berusia 4-11 tahun meninggal karena diare. " Padahal hal itu dapat dicegah dengan sangat mudah dan murah dengan cuci tangan pakai sabun. Studi menyebutkan bahwa 17 ribu jiwa anak-anak setiap tahunnya terselamatkan dengan melakukan kebiasaan cuci tangan pakai sabun," ujar Antarikso.

Kadis Kesehatan Provsu Suryantini menyebutkan peringatan Hari CTPS di Sumut bekerjasama denhan Heartindo dan PT Unilever dengan berbagai kegiatan yaitu Lomba Ibu Peduli CPTS, Lomba Menggambar dan pemberian sarana cuci tangan  di sekolah-sekolah dasar.(sam/mdn)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi