Aktivis LSM LMRRI Masih Terbaring, Pelaku Penabrak Belum Ditangkap

BELAWAN | DNA - Pasca nasib naas dialami seorang aktivis LSM Lembaga Misi Reclasering Republik Indonesia (LMRRI), Abdul Rasyid alias Wak Dul, meski kondisinya kini kian membaik setelah mendapatkan perawatan intensif di ruangan Mawar RSU Pelabuhan Medan (RS.PHCBelawan), namun korban mengaku masih merasakan nyeri dibagian dada dan kepalanya.

"Alhamdulillah bang, kondisi Bapak saat ini berangsur membaik padahal banyak orang mengira kondisi bapak kritis sebab sepeda motornya remuk digilas trado,memang biasanya bapak rajin membawa tasbih untuk senantiasa berzikir,"ungkap pihak keluarga Wak Dul yang menemani korban di RS PHC tersebut.Kamis (27/09/2012).

Namun hingga kini pihak kepolisian belum juga berhasil menangkap supir pelaku penabrakan korban, bahkan pihak pemilik truk hinggakini masih sebatas berjanji akan menanggung biaya pengobatan korban.

Irwan S Pane selaku ketua Koordinator Sumut DPP LMRRI mengaku akan menyerahkan persoalan kasus penabrakan terhadap anggotanya tersebut kepada pihak Satlantas kepolisian Polres Belawan, bila dalam jangka waktu 3 hari ini, pihak pemilik truk dan supir tak bertangungjawab bahkan kita lihat truk yang diamankan itu dilepas maka kita secara lembaga beserta anggota akan mendatangi Satlantas Polres Pelabuhan Belawan guna menanyakan persoalan kecelakaan yang menimpa anggota nya tersebut, katanya.

 Hingga kini korban belum dirotgen bagian kepalanya akibat benturan keras ditabrak trado, sebab kata pihak rumah sakit harus menunggu biaya pelunasan administrasi keuangan baru korban dapat dirotgen, tambah Anto salah seorang rekan korban saat menjenguk di rumah sakit yang dikelola PT (Persero) Pelindo I tersebut.

Sebagaimana diketahui pada Selasa sore (25/09/2012) korban kondisinya sempat kritis akibat ditabrak truk trado bermuatan kontainer 40 Feet, BK. 9731 BG, di jalan Pelabuhan Raya Gabion persisnya 50 meter menuju gerbang pemeriksaan pintu BICT, sejumlah rekan korban mendesak agar pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku penabrak yang kabur tersebut.

Saksi mata menyebutkan, semula korban yang merupakan warga Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan itu melintasi di jalan raya pelabuhan gabion yang merupakan akses keluar-masuk Belawan Internasional Conteiner Terminal (BICT). Ketika melintas korban berbelok arah kekanan, namun disaat yang bersamaan truk trado berkecepatan tinggi datang dari arah berlawanan dan langsung menabrak korban akibatnya kenderaan yang dipakai Wak Dul terpental hingga ke kolong truk kontener bermerk GM tersebut.

Melihat kejadian itu warga dan para pengguna jalan raya yang melihat langsung menyemut mendatangi lokasi kejadian selanjutnya membawa Wak Dul  ke Rumah Sakit (RS) Belawan bahagia atau dikenal RS.Port Hospital Centre (PHC) sementara sopir trado yang hingga kini masih DPO tersebut berhasil kabur saat kejadian.

"Kita mendesak aparat kepolisian menangkap supir pelaku penabrak Wak Dul sebab selama ini sudah banyak korban jiwa berjatuhan akibat banyaknya supir yang diduga merupakan supir serap dan diperkirakan dalam sepekan ini sudah berulangkali terjadi kecelakaan diduga akibat bebasnya memakai supir serap,"desak Armen Tanjung selaku rekan korban sesama dari LSM LMRRI tersebut.(Gus/Blw).

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi