Terjerat Kasus Korupsi, Dua Pejabat Pemkab Batubara Ditahan Jaksa

KISARAN | DNA -  Tersandung kasus korupsi di Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana (BPPAKB) kabupaten Batubara, dua pejabatnya ditahan. Salah satunya adalah mantan Kepala BPPAKB Kabupaten Batubara Drs. Hikman Hakim Pane.

Keduanya ditahan tersangkut korupsi dana penyediaan jasa pendukung pelayanan KB tingkat desa dengan cara memanipulasi dana SPJ dan tidak memberikan honor tenaga PPKDB sebanyak 100 orang selama 7 bulan terhitung dari tahun 2009 sampai 2010 yang merugikan negara sebanyak Rp250 juta.

Mantan Kepala BPPAKB Kabupaten Batubara dan satu pejabat mantan bendahara BPPAKB Kabupaten Batubara Jailani, SE ditahan di LP  Labuhan Ruku setelah menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negri Kisaran.

Kepala Kejaksaan Negeri Kisaran Antoni Tarigan, SH melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kisaran Robertson Pakpahan SH. MH didampingi Jaksa Penuntut Umum Herri Sipahutar SH kepada Dnaberita.commenyebutkan bahwa kedua pejabat Pemkab Batubara ini melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf a UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

“Kedua pejabat yang berdinas di BPPAKB Pemkab Batubara ini kita tangkap dan kita tahan pada tanggal 28 Agustus 2012 kemarin, dan keduanya masih berstatus tahanan titipan kejaksaan negeri Kisaran di Lembaga Permasyarakatan (LP) Labuhan Ruku, keduanya kita bon dari tahanan hari ini untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor di Medan, sedangkan dari hasil perbuatan mereka negara di rugikan sebesar Rp. 250 juta rupiah, adapun teknik keduanya melakukan tindakan korupsi dengan cara Kepala Badan PPAKB memerintahkan bendahara untuk memanipulasi SPJ terhadap 100 orang tenaga honorer di tingkat Desa di 7 Kecamatan yang berada di Kabupaten Batubara serta tidak menyerahkan honor kepada tenaga honorer selama 21 bulan mulai tahun 2009 sampai 2010 dan kita memiliki pernyataan dari ke 100 tenaga honorer tersebut” ujarnya. (DNA/Suheri)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi