Diduga Korupsi, Jokowi Dilaporkan ke KPK

JAKARTA | DNA - Diduga menyelewengan anggaran Belanja Hibah Pemerintahan Kota Surakarta tahun anggaran 2010 sebesar Rp23 miliar, Walikota Surakarta yang juga calon gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (30/8). Jokowi dilaporkan Tim Selamatkan Solo, Selamatkan Jakarta, Selamatkan Indonesia (TS3).

“Kami kesini untuk melaporkan JW, R (Kadispora) dan SB dengan dugaan penyelewengan dana hibah Pemkot Surakarta sebesar Rp23 miliar,” kata kepala bidang hukum Tim Selamatkan Solo, Selamatkan Jakarta, Selamatkan Indonesia, Muhammad Kalono kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (30/8/2012).

Dikatakan Kalono, dana hibah Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) tahun 2010 senilai Rp23 M itu bersumber dari anggaran belanja hibah untuk satuan pendidikan / sekolah negeri dan swasta yang ditetapkan dalam APBD-P sebesar Rp35 miliar.

Hal itu diperuntukan pada 110 siswa. Target dar realisasi itu berkaca pada data Dinas Pendidikan dengan mencantumkan jumlah siswa SMA di Solo adalah 112.330 anak.

Sebanyak 110 ribu di antaranya dialokasikan menerima dana hibah tersebut karena dianggap miskin. Namun dari penelusuran banyak nama siswa yang dobel.“Ketika kami verifikasi, jumlah siswa dalam daftar laporan dana hibah hanya 65.394 anak. Itu pun belum tentu mendapatkan dana bantuan tersebut,” terangnya.

Dalam realisasinya, sebanyak Rp 10,6 miliar telah digunakan untuk BPMKS, sehingga anggaran yang tidak digunakan atau sisa lebih penggunaan anggaran (SILPA) seharusnya sebesar Rp12 miliar.

“Dan jika SILPA pada belanja Hibah Satuan Pendidikan sebesar Rp2,4 miliar, diasumsikan sebagai SILPA dari BPMKS maka masih ada Rp9,8 miliar yang tidak dikembalikan ke kas Pemkot Surakarta,” paparnya.(sam/pk)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi