Proyek 4 Kapal Ikan Rp 4 Miliar, Pemenang Lelang Dipersulit PPK Distanla Medan

MEDAN | DNA - Proyek pengadaan 4 unit kapal ikan senilai Rp 4 miliar dari APBN masing-masing pengadaan 2 unit kapal ikan ukuran 30 GT dan 15 GT yang telah dilelang diikuti 7 perusahan melalui LPSE dimenangkan CV Saroha dengan nilai penawaran Rp 3.829.410.728,- namun terkesan dipersulit oknum PPK di Dinas Pertanian Kelautan (Distanla) Kota Medan.

Padahal panitia pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2012 ditanda tangani R.Gatot Pahlawan SPi menyatakan perusahan CV Saroha beralamat di Dusun II Desa Sei Nangka Kec. Sei Kepayang Barat-Tanjung Balai Asahan, pimpinan Brist Zainal Siregar dinilai memenuhi persyaratan setelah dilakukan evaluasi administrasi, tehnis dan kewajaran harga.

Namun saat persoalan tersebut sampai di Distanla Medan ditangani SYZ selaku oknum Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Thn Anggaran 2012, malah oknum tersebut terkesan merekayasa adanya perusahaan yang menyanggah yakni CV PRP dinilai perusahan yang tidak menyertakan jaminan penawaran, padahal sesuai laporan LPSE pusat dan LPSE Propinsi bahwa CV Saroha mutlak menang tanpa adanya sanggahan.

Hal itu diungkapkan Kuasa CV.Saroha, Tata Nurlita didampingi ketua Gebraksu Saharuddin pada wartawan, Selasa (07/08/2012) di Medan terkait indikasi kecurangan pada pelaksanaan proyek pengadaan 4 unit kapal bantuan nelayan APBN tahun 2012 senilai Rp 4 miliar.

Menurut Tata, bila persoalan ini tak kunjung ditolerir pihak PPK Distanla Medan maka pihaknya tak segan-segan menempuh jalur hukum sebab persoalan ini telah berlarut-larut hingga merugikan pihak dari pemenang lelang yang syah diumumkan melalui LPSE pusat Jakarta mapun LPSE Propinsi.

"Kami heran, kenapa pengumuman LPSE Pusat dan Medan belakangan bisa beda, dimana di LPSE Jakarta dan Propinsi CV Saroha tak ada disanggah, namun kenapa belakangan di LPSE Kota Medan ada satu sanggahan itupun datangnya dari perusahan yang dinilai tak lengkap secara administrasi yakni tidak menyertakan jaminan penawaran,"ungkap Tata.

Saharuddin selaku Ketua LSM .Gerakan Rakyat Brantas Korupsi (GEBRAKSU) Sumut menilai, akibat ulah oknum PPK Distanla Medan SYZ, tak hanya merugikan pihak pemenang lelang secara syah namun juga merugikan masyarakat nelayan sebab, bila pengadaan 4 unit kapal di tahun ini senggaja diperlambat hingga batalnya pengadaan kapal bantuan tersebut, maka masyarakat nelayan penerima bantuan sangat kecewa sehingga program Pemerintah untuk mensejahterakan nelayan tak berhasil akibat ulah oknum SYZ tersebut.

Serta tak menutup kemungkinan masyarakat nelayan akan beramai-ramai mengelar aksi unjukrasa ke kantor Distanla Medan serta kantor Walikota Medan guna menuntut pertangungjawaban oknum PPK yang terkesan memperlambat proses pengadaan bagi pemenang lelang serta mendesak agar dicopotnya jabatan oknum SYZ tersebut.Ujar bung Saharuddin yang dikenal tokoh pemekaran Medan Utara tersebut.

Terpisah, SYZ selaku oknum PPK Distanla Kota Medan yang berulangkali dikonfirmasikan baik secara SMS maupun ditelepon langsung lewat nomor ponselnya senantiasa tak ada jawaban, bahkan saat hendak di emui di ruang kerjanya malah pintu kamarnya terkunci, dimana menurut anggotanya SYZ sedang keluar.

Padahal sesuai amatan di kantor Distanla Kota Medan di Jalan Bunga Ganyong No 1 Kec. Medan Tuntungan pada Selasa siang, sejumlah petugas Inspektorat mendatangi SYZ di ruang pertemuan secara tertutup hingga beberapa jam kemudian petugas inspektorat yang sempat makan siang nasi kotak di ruang pertemuan tersebut pulang tanpa memberikan keterangan.(Gus/Mdn)

           

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi