Pemilu Australia Ketat

SYDNEY | DNA - Penghitungan suara dalam pemilihan umum Australia menunjukkan hasil awal terlalu sulit untuk menentukan pemenangnya, dalam salah satu pemilu paling ketat selama puluhan tahun terakhir. Perdana Menteri Julia Gillard dari Partai Buruh bersaing kuat dengan pemimpin Partai Liberal Tony Abbott untuk menjadi perdana menteri berikutnya.

Proyeksi jaringan televisi ABC menunjukkan kedua partai terbesar, Partai Buruh dan Partai Liberal yang berhaluan konservatif, tidak akan mampu mendapatkan 76 kursi untuk menjadi partai mayoritas. Penghitungan suara tidak resmi oleh ABC ini memperkirakan partai Gillard dan koalisi konservatif Abbott masing-masing hanya meraih 70 kursi.

Wakil Perdana Menteri Wayne Swan mengatakan hasilnya "sangat ketat" dan baru dalam beberapa hari ke depan bisa dilihat pihak mana yang berhak membentuk pemerintah. Menteri Luar Negeri Stephen Smith mengatakan kepada ABC hasil pemilu ini akan ditentukan oleh "sekitar 30 kursi marginal di berbagai tempat di negara itu".

Pemilu ini diadakan dua bulan setelah PM Gillard menggulingkan pemimpin Partai Buruh sebelumnya Kevin Rudd dalam pemilihan ketua partai yang mendadak dan kontroversial. Menurut undang-undang Australia, pada hari pemilihan umum rakyat yang tercatat sebagai pemilih wajib memberikan suara mereka.(Bbc)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi