Banyak Masalah Pelik, Warga Batubara Ngadu ke Plt Gubsu

BATUBARA | DNA - Kunjungan Safari Ramadhan Plt Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho ST ke Kabupaten Batubara, ternyata dimanfaatkan warga setempat mengadukan permasalahan perlik termasuk keluh kesah mereka. Beragam masalah diungkapkan, dan Gatot Pujo Nugroho langsung menjawab serta memberikan solusi.

Keluh kesah warga itu terungkap dalam kegiatan sambung rasa yang digelar usai buka bersama dan sholat taraweh di Masjid Nurul Huda, Desa Pematang Panjang, Limapuluh, Kabupaten Batubara. Kepada orang nomor satu di Provinsi Sumatera Utara ini, warga mengeluhkan kesulitan air bersih, rusaknya jalan, pemintaan bibit bagi petani, hingga soal kejelasan database guru honor yang hingga saat ini belum ada kepastian.

"Tolonglah bantu air bersih untuk desa kami Pak. Kami sudah lama kesulitan memperoleh air bersih sehari-hari,” ujar Ahmad, dalam forum yang digelar di dalam masjid itu. Selain masalah air bersih, ada juga warga yang menanyakan gaji kepala dusun, bantuan masjid hingga fasilitas mobil Ambulans.

Hampir semua keluhan dan curhat warga dijawab langsung oleh Gatot.  Untuk persoalan terkait desa, Plt Gubernur menjelaskan sesuai APBD  2012 ini pemerintah akan memberikan bantuan keuangan sebesar Rp 50 juta untuk desa-desa di Sumatera Utara.

Menjawab masalah air bersih, Pemprov Sumut  akan mencoba menjembatani lewat kerjasama dengan pihak ketiga. Gatot menuturkan keberhasilan program air bersih di Desa Percut yang dijalankan bersama Universitas Sumatera Utara.

"Untuk desa,alhamdulillah di APBD tahun ini ada bantuan desa sebesar  Rp 50 juta per desa. Saya tidak hafal desa-desa apa di Batubara ini yang memperoleh bantuan ini. Nanti  akan saya cek. Sementara untuk air bersih, kemarin kita bersama USU menyalurkan bantuan 10 mesin air bersih. Mudah-mudahan satu unit bisa kita pasang di desa ini ya,” kata Gatot yang  disambut tepuk tangan warga.

Sementara untuk permasalahan bantuan bibit untuk para petani, Plt Gubsu melalui Kadis Pertanian Provsu Ir  M Roem mengatakan, para petani bisa secara berkelompok mengajukan permintaan bantuan bibit yang ditujukan kepada bupati dan ditembuskan Gubernur Sumut.

"Prinsipnya tak ada masalah. Kalau memang butuh benih baik padi, jagung, kedelai atau bibit buah buahan  bahkan handtracktor  bisa kita usahakan. Tapi tolong buat proposal secara ditujukan ke bupati dan ditembuskan ke Gubernur. Kita siap bantu,” janji M Roem.

Terkait  keluhan database guru honorer, Kadisdik Provsu Drs Syaiful Syafri menjelaskan, pada tahun 2011 pihaknya bersama BKD sudah membawa 6.000 data guru-guru  honor di Sumut  termasuk juga dari Kabupaten Batubara.

“Insyaallah, Rabu  pekan ini bapak Gubernur akan bertemu dengan Menteri Pendidikan  sehingga  pada tahun 2013 akan penerimaan PNS yang hubungan dengan guru SD,SMP,SMA dan SMK," jelas Syafri.

Sementara untuk keluhan tentang kenaikan gaji kepala dusun serta permintaan mobil ambulans gratis atau puskesmas keliling langsung ditanggapi Bupati Batubara H OK Arya Zulkarnain SH MM. OK Arya  di depan Gubernur memastikan akan langsung mengadakan mobil ambulans dan puskesmas keliling.

Kegiatan sambung rasa tersebut juga diisi dengan pemberian bantuan untuk 100 anak yatim, 100 bingkisan untuk ulama dan pengurus MUI Batubara, pemberian  bantuan Dinas Kelautan dan Perikanan kepada nelayan, dan pemberian bingkisan dari Badan Ketahanan Pangan secara simbolis.

Di penghujuang dialog,  Plt Gubsu bersama Bupati Batu Bara memberikan hadiah kepada jamaah masjid Nurul Huda yang bisa menjawab pertanyaan kuis seputar Ramadhan dan pengetahuan Kabupaten Batu bara .(sam/mdn)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi