Polisi Akui Sulit Terapkan Pasal pada Luna Maya dan Cut Tari

JAKARTA | DNA - Mabes Polri akhirnya mengungkapkan alasan kenapa berkas perkara kasus video porno Luna Maya dan Cut Tari masih berstatus P19 alias belum lengkap. Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Polisi Sutarman mengungkapkan kesulitan menerapkan pasal hukuman dalam konteks hubungan seksual.

"Kalau hubungan seksual kan delik aduan," ujar Sutarman di Mabes Polri, Jakarta Selatan. "Tapi kalau suka sama suka ya susah."

Ditambahkan Sutarman, dalam delik aduan, penerapan pasal bisa dilakukan jika ada pelapor yang merasa dirugikan secara langsung. "Misal suami Cut Tari melapor, bisa kena," lanjut Sutarman.

Dengan adanya pelapor, maka polisi bisa menerapkan pasal perzinahan. Meski begitu, keputusan untuk meneruskan atau menghentikan kasus masih menunggu penyelidikan polisi lebih lanjut. "Kalau unsur pasal tidak terpenuhi, tentunya akan kita hentikan (SP3)," tegas Sutarman.

2010 lalu, Luna dan Cut Tari sebenarnya telah dinyatakan sebagai terdakwa dalam kasus video porno yang beredar di dunia maya bersama Ariel. Hanya saja, bukti-bukti yang ada lebih memberatkan Ariel sehingga vokalis Peterpan itu sempat divonis hukuman penjara 3,5 tahun. Setelah menjalani masa hukuman 2 tahun, ia kemudian dinyatakan bebas bersyarat, 23 Juli lalu.(im/wok)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi