Kampus Nommensen Targetkan Menuju Tingkat Dunia 2025

MEDAN | DNA - Alumni Universitas HKBP Nommensen (UHN) berharap universitas yang berdiri sejak tahun 1954 itu seluruh program studinya (Prodi) harus terakreditasi A pada tahun 2014. Nommensen yang memiliki 29 prodi itu ditargetkan  menjadi sebagai salah satu universitas terbaik di dunia pada tahun 2025.

Demikian salah satu rangkuman dalam dialog interaktif dengan tema “UHN Membangun Indonesia dari Sumatera Utara”, Jumat (06/07/2012) di ruang Perpustakaan Universitas HKBP Nommensen, Medan. Dialog interaktif ini merupakan rangkaian kongres I alumni UHN yang digelar, Sabtu (07/07/2012).

Dialog interaktif yang diketuai panitia Mangaliat Simarmata SH dan Sekretaris Turunan Gulo itu menampilkan Rektor UHN Dr Ir Jongkers Tampubolon MSc sebagai nara sumber dengan panelis pembanding para alumni UHN antara lain Dr Ir Matius Yusuf (pengusaha property), Dr Edison Hulu (Kepala Ekonomi Bursa Efek Jakarta) dan Prof Dr Monang Sitorus (akademisi) dengan moderator Dr Hinca Panjaitan SH MH.

Hadir mantan Rektor Nommensen Firman Siregar, Patar Pasaribu, DP Tampubolon. Juga alumni senior antara lain Lauren Gultom (Bappeda Sumut), TM Pardede (LPJKD).

Rektor Universitas HKBP Nommensen Medan, Dr Ir Jongkers Tampubolon MSc mengatakan sejak 2006 hingga 2011 terus meningkat dari sisi jumlah mahasiswa dan pendapatannya. Begitu juga dengan dukungan pihak ketiga yakni dukungan pemerintah daerah, pusat, bank dunia dan alumni. “Program Nommensen, selain meraih predikat terakreditasi A, pada tahun 2020 Nommensen masuk kelas Asia utamanya Fakultas Kedokteran, Ekonomi dan Hukum. Pada tahun 2025, UHN menargetkan menjadi universitas kelas dunia dan tahun 2030 bukan mimpi bahwa pemimpin bangsa lahir dari Universitas HKBP Nommensen,” katanya.l

Matius Yusuf alumni yang menjadi pengusaha property berharap universitas HKBP Nommensen harus mau berubah. “Berubah itu beresiko, bila tak mau berubah maka akan jauh beresiko. Nommensen semangatnya sudah berubah, mari ciptakan alumni yang berbobot, memang dulu sudah berbobot dan sekarang harus lebih berbobot lagi,” kata Matius Yusuf alumni Fakultas Teknik Sipil Nommensen tahun 80-an ini.

Matius juga mengajak alumni tetap kompak dan bekerjasama terkait digelarnya kongres ikatan alumni Universitas HKBP Nommensen. “Terpenting team work, rapatkan barisan agar Universitas HKBP Nommensen ini bisa go internasional,” katanya.

Dr Edison Hulu MEc alumni dari Fakultas Ekonomi tahun -80-an, menyarankan agar Universitas HKBP Nommensen sebagai ibu asuh yang baik harus bersemangat, sehingga seluruh prodinya terakreditasi A. Untuk mencapai sebagai ibu asuh kelas dunia, di Nommensen tidak hanya mengutamakan pengajaran, tapi juga melakukan riset/penelitian, temuan dan presentasi.

Ia juga berharap agar alumni UHN bisa membuat dana abadi. “Dana tersebut tidak bisa diambil, tapi bunganya akan dipergunakan untuk membiayai penelitian atau riset. Dan inilah kunci keberhasilan seluruh universitas di Amerika Serikat,” harap Edison Hulu.

Prof Dr Monang Sitorus, alumni dan dosen di Nommensen mengatakan untuk mewujudkan seluruh Prodi di Nommensen terakreditasi A, salah satu persyaratannya adalah keberadaan alumni. Sebab, katanya, ada pertanyaan aksesor mengenai alumni terkait lama memperoleh kerja, kesesuaian ilmu dengan bidang pekerjaan dan lainnya. “Jadi, dengan terbentuknya ikatan alumni ini, maka menuju prodi terakreditasi A akan semakin terbuka,” kata Monang Sitorus.

Lauren Gultom, alumni Fakultas Teknik tahun 76 dalam kesempatan tersebut juga berharap untuk mewujudkan kemajuan Nommensen, harus dapat mengembalikan jati dirinya sesuai mottonya Prodeo et Patria (untuk Tuhan dan bangsa) “Jangan pula diplesetkan bangsa menjadi bangso. Jadikan kampus Nommensen sebagai komonity mengingat sejak dulu terdiri dari berbagai etnis, sehingga harus ditingkatkan di masa mendatang,”ujar mantan dosen UHN tersebut. (mdn|ams)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi