Suiseki, Batu Yang Terbentuk Karena Proses Alam

MEDAN | DNA - Batu Suiseki sangat berbeda jauh dengan batu cincin karena meskipun sama-sama batu namun keduanya memiliki proses kejadian yang sangat kontras baik dari asal muasal, bahan baku  maupun penggunaan batu-batu yang umumnya sebagai pelengkap perhiasan.  Batu Suiseki dan batu cincin samasama digunakan untuk hiasan dan samasama karya seni tinggi yang indah dan menarik.

Pada Pf2n (Pameran Flori dan Flora Nasional) samping sebelah kanan gedung Carefour Jalan Jenderal Gatot Subroto Medan sejumlah Batu Alam Suiseki turut dipamerkan (keseluruhan batu alam ini berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam(NAD).  Menurut Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai (PPBI) Pusat Sapto Darsono kepada wartawan media ini pameran Batu Alam Suiseki senantiasa menyertai pameran tanaman Pohon Hias Bonsai. "Dimana Pohon Hias Bonsai di pamerkan maka disitu pula Batu Suiseki turut dipamerkan jelasnya Batu Alam Suiseki adalah pendamping dari tanaman Pohon Hias Bonsai," ujar Sapto .

Menurut salah seorang anggota tim pendamping tanaman Pohon Hias Bonsai yang menyertakan Batu Alam Suiseki turut serta sebagai peserta dalam Pf2n di Medan Julius (45) asal NAD di lokasi pameran menerangkan, Suiseki adalah batu alam yang merupakan karya seni tinggi yang  bentuk kejadiannya karena diproses alam .   

Batu Alam Suiseki tidak mudah untuk mendapatkannya karena mesti mencari tidak disembarang tempat misalnya dengan menelusuri alur-alur sungai, bekas letusan gunung berapi atau longsoran gunung atau bahkan ditempat-tempat bekas terjadinya gempa maupun tsunami, termasuk juga bebatuan hempasan sungai.  

Kesemua Batu Alam Suiseki yang dipamerkan di arena Pf2n berasal dari NAD, kata Julius. Batu Suiseki ini terdiri dari 3 jenis bebatuan yaitu Batu Alam Suiseki yang didapatkan dari alur-alur sungai, Batu Suiseki yang berasal dari alur-alur pegunungan dan Batu Alam Suiseki yang dicari dari bebatuan gempa hempasan tsunami.

Julius yang juga merupakan anggota PPSI (Persatuan Pecinta Suiseki Indonesia) hadir ke Pf2n bersama rekan satu tim Hidayat, Agam, Popon, Agustiar dan Boy Siregar lebih lanjut menjelaskan, Batu Suiseki terdiri dari berbagai bentuk dan perwujudan diantaranya ada Batu Suiseki yang berwujud Simbolik, misalnya Suiseki berbentuk seperti ikan.  Berbentuk Landscape (nyata) begitu dilihat langsung dapat diketahui bentuk nyatanya. Suiseki Abstrak dan berbagai bentuk lainnya.

"Sebagian Batu Suiseki terbentuk akibat bencana alam (letusan gunung, hempasan gempa dan tsunami). Usia Suiseki ada yang mencapai jutaan tahun, jaman purbakala maupun Suiseki yang berasal dari sejak jaman nabi-nabi.  Usia Suiseki dan kekerasannya sangat mempengaruhi kualitas batu alam ini. Semakin tua dan semakin keras Batu Suiseki maka semakin berkualitas.

Namun corak, relif, ornamen dan keindahan Batu Alam Suiseki juga turut menentukan kualitas.  Apalagi semua unsur tersebut ada pada Suiseki maka inilah Suiseki yang sempurna dan dicari-cari pecinta Suiseki, ujar Julius sembari mempersilahkan masyarakat untuk mengunjungi stand Bonsai dan Suiseki di arena Pf2n di Jalan Jenderal Gatot Subroto dekat Pasar Petisah Medan.(sam/sugandhi)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi