Warga Langkat Kepung Rutan Tanjunggusta

MEDAN | DNA- Ratusan orang mendatangi Rumah Tahanan (rutan) Tanjung Gusta Klass IA Medan menuntut agar Suyatno dibebaskan karena hakim telah menvonis bebas dalam persidangan Prapid yang dilakukan Suyatno melalui kuasa hukumnya di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (30/05/2012).

Suyatno warga Dusun V Aman Damai, Desa Harapan Maju, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, tidak terbukti bersalah dalam putusan majelis hakim PN Medan.

Namun, permintaan rekan-rekan korban konflik TNGL itu belum bisa dipenuhi oleh pihak rutan, sebab secara administrasi, untuk proses pembebasan Suyatno masih memerlukan waktu untuk penyusunan administrasinya.

Karena administrasinya belum rampung, Suyatno terpaksa kembali menginap selama satu malam di rutan Tanjung Gusta. Akibat hal tersebut, masa akhirnyamelakukan aksi tepat di depan rutan Kelas I A Tanjung Gusta Medan. Akibatnya ratusan warga menjadi emosi bahkan Rutan Tanjung Gusta sempat dikepung oleh pendemo.

Sementara itu, Penasehat hukum terdakwa, Syamsul Arifin Silitonga SH mengaku, kedatangan warga merupakan spontanitas saja. "Sebab mereka begitu senang, ketika majelis hakim mevonis bebas rekannya. Jadi sengaja datang kemari (Rutan-red) untuk jenguk si Suyatno," kata Syamsul.

Dari keterangan Syamsul, penangkapan terhadap Suyatno bermula dari adanya konflik antara masyarakat Kecamatan Sei Lepan dengan petugas Balai Besar TNGL. Karena dituduh ikut serta sebagai pelaku kerusuhan, Syamsul akhirnya ditangkap pada 5 April 2012 oleh petugas BBTNGL, dan dijebloskan ke penjara.

Sampai akhirnya, kasusnya naik ke ranah peradilan, dan divonis bebas oleh majelis hakim PN Medan, Rabu (30/5) kemarin.
"Vonis bebas ini, menurut pertimbangan hakim, karena penangkapan dan penahanan yang dilakukan oleh petugas terhadap Suyatno tidak sah. Makanya Suyatno akhirnya divonis bebas," jelas Syamsul.

Ditempat terpisah juru bicara Kemenkumham sumut sapawi memaparkan bahwa Suyatno tidak dapat langsung bebas karena masih menunggu salinan putusan dari kejari Medan yang menangani kasus ini, namun keributan ini dapat diselesaikan setelah pihak petugas rutan memberikan pemahaman kepada rekan tersangka.(DNA|mdn|ams)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi