Kerusakan Lingkungan Akibat Pemerintah Lalai

MEDAN | DNA - Ketidakberdayaan Pemerintah yang tak tegas dalam menerapkan peraturan yang berlaku tentang lingkungn hidup dituding sebagai biangkerok kian merajarelanya kerusakan lingkungn. Itu terungkap dalam dialog interaktif tentang lingkungan hidup yang digelar LSM PEKAT, PMMU, KSU Masyarakat Pekerja Petani dan Nelayan Indonesia di Diamond Convention Griya Hotel Jln T.Amir Hamzah Medan, Sabtu siang (12/05/2012).
 
Amran Effendi, selaku warga Bagan Deli meresahkan sampah di aliran sungai tak lagi ada ikannya melainkan kebanyakan sampah bahkan Khairuddin alias Kadin selaku tokoh masyarakat Belawan mengaku kerusakan lingkungan mengakibatkan kawasan Belawan kerap dilanda banjir rob setinggi lutut orang dewasa mengingatkan Pelindo melalui PT Rukindo agar tanah pengerukan tak buang lumpurnya ke tenggah laut sehingga itu sia-sia belaka.

Sedangkn Rusli AS, selaku penggurus HNSI KOta Medan persoalkan aliran sungai deli yang kian tercemar akibat limbah, program HNSI kami kemarin pernah mengangkat limbah sampah masyarakat sebanyak 60 ton namun sangat disayangkan tak ada tindak lanjutnya dari Pemerintah.

Ada 12 jenis ikan dan 2 jenis kerang menghilang di Belawan akibat limbah, tak ada ketegasan dari Pemko Medan, ikan-ikan di Belawan sudah banyak yang mingat, nelayan juga kerap menjadi korban perampokan semoga pertemuan ini nantinya bisa ditindak lanjuti atau di full up pemerintah guna menindak tegas pelaku pembuang limbah.

Sementara itu, Zainuddin Nasution Akademisi Dosen UISU berpendapat, ada semacam konsolidasi tapi tak bersifat provokatif bicara soal lingkungan hidup sesungguhnya kita telah diingatkan Allah SWT berbunyi kerusakan di darat dan di laut akibat ulah tangan manusia, maka siapa yang bikin ulah maka perlu kita telusuri.

Kenapa lingkungan rusak kita perlu intropeksi diri, semua aliran sungai sudah berubah menjadi aliran limbah, dulu sungai deli bisa diminum dan, kalau Pemerintah kita tak peduli atau lali perlu diingatkan sebab persoalan lingkungan hidup merupakan persoalan kita semua.

128 perusahaan tercatat masih membuang limbahnya, terbukti sudah banyak ikan dialiran sungai deli yang langka kecuali ikan sapu kaca yang kategori tahan akan limbah. persoalan lingkungan hidup dan limbah sebenarnya bisa ditata sebab Pemerintah jug memiliki Undang-undang tergantung pelaksanaannya.

"Saya dukung dari kegiatan yang digelar guna terus mempresure, mengingatkan pemerintah guna menjaga kelestarian lingkungan hidup apalagi setiap pabrik itu diwajibkan menyediakan bak penampungan limbah dan proses penggolahan limbah (Waste Water),"tegas Zainuddin.(Dna/Gus/Mdn)




0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi