Jamaah Haji Indonesia Mulai Belanja Oleh - Oleh


MAKKAH | DNA - Jamaah haji asal Indonesia tampak mulai berbelanja oleh-oleh di berbagai toko yang buka selama musim haji. Mereka mendatangi toko atau lapak yang menjual oleh-oleh khas haji seperti sajadah, tasbih, dan jilbab. Tidak sedikit juga jamaah haji Indonesia yang berburu batu akik jenis pirus, tiger eye, dan pandan merah.

Pantauan  Tim Media Center Haji (MCH) Daker Makkah banyak toko yang mulai buka sejak jumlah jamaah haji Indonesia masuk ke Makkah meningkat pekan lalu. Toko-toko yang dibuka di dekat pemondokan jamaah Indonesia menggunakan nama “Toko Indonesia”. Barang-barang yang dijual seperti Indomie, rengginang, rempeyek, singkong mentah, dan berbagai saos.

Lapak-lapak penjual oleh-oleh juga bermunculan di sekitar pemondokan jamaah haji Indonesia. Ada lapak khusus menjual sajadah, hambal atau karpet tipis, dan karpet tebal. Ada juga lapak khusus batu akik. Ada juga lapak yang menjual gamis atau abaya dan jilbab.

Jamaah haji asal Indonesia pun mulai mendatangi lapak-lapak tersebut. Beberapa jamaah haji asal Yogyakarta tampak berbelanja jilbab seharga 5 riyal di lapak yang berada di belakang pemondokan nomor 626, Sektor 6, Syisyah.

Jamaah haji yang tinggal di Sektor 5, Syisyah Raudhah, tampak menyambangi pertokoan yang ada di sekitar pemondokan. Dua jamaah asal Lombok memborong sajadah. “Harganya 10 riyal satu sajadah,” ujar seorang jamaah perempuan sembari menunjukkan sajadahnya.

Aktivitas jamaah berbelanja di Makkah juga harus mempertimbangkan beban koper ketika pulang ke tanah air. Sebab, maskapai penerbangan sudah menetapkan batasan beban yang dapat diangkut menggunakan pesawat.

Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat mengatakan berat koper yang dapat masuk dalam bagasi pesawat ketika pulang ke tanah air, yaitu 32 kilogram. “Barang-barang berlebih tidak dapat diangkut di pesawat,” kata dia, Kamis (10/9/2015).

Arsyad mengatakan, koper jamaah yang berukuran besar akan ditimbang 48 jam sebelum berangkat. “Ketika jamaah naik pesawat kepulangan, tas-tas sudah harus rapi,” kata dia.

Arsyad juga mengingatkan jamaah sebaiknya tidak memasukan air zam zam ke dalam koper. Setiap penyelenggaraan haji, ada jamaah yang mengakali hal kuota lima liter air zam zam dengan memasukannya ke dalam koper.

“Tahun lalu, ada yang kena  sweeping. Ada pula yang satu tas penuh air zam zam,” kata dia.

Menurut Arsyad, bawaan air zam zam dalam koper pasti tertolak. Sebab, semua koper akan dipindah menggunakan x-ray sebelum masuk ke pesawat. “Kalau ada zam zam dikeluarkan. Dilarang keras memasukan air zam zam,” ujar dia.(dna/mch)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi