Sidang Kasus Penggelapan Ratusan Juta,Terdakwa Ngaku Telah Merencanakannya

MEDAN | DNA - Kepala Accounting PT Indo Sehat Sempurna, Juliana alias Juli terdakwa dalam kasus penggelapan ratusan juta digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (10/08/2010). Selama persidangan terdakwa hanya bisa menundukan kepalanya.

Begitu juga selama proses persidangan terdakwa mengaku telah melakukan penggelapan, dan membenarkan semua keterangan kesaksian yang disampaikan oleh tiga orang saksi, Ganevo Bin Guan, A Gua dan Yuli.

Dalam persidangan tersebut terdakwa mengaku kalau dirinya telah menggelapkan uang pembayaran gaji insetif karyawan PT Indo Sehat Sempurna cabang Palembang sebesar Rp 600 juta dengan tidak menyetorkan kerekening perusahaan dan malah dimasukan kedalam rekening pribadi terdakwa, di Bank BCA secara bertahap oleh tersangka dari bulan Juni-hingga bulan Maret 2010.

Bahkan ketika majelis hakim yang diketuai Kadarisman SH menanyakan uang yang digelapkan sudah habis terpakai untuk bayar hutang sedangkan sisanya sudah dikembalikan ke perusahaan, kata Juliana.

Usai mendengarkan keterangan terdakwa dan saksi, maka majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan, dalam agenda mendengarkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad EP Hasibuan SH.

Ditempat terpisah, Pemilik PT Indo Sehat Sempurna, Ganevo Bin Guan didamping Tim Kuasa Hukumnya, Pramudia EP Tarigan SH dari Associated Ali Leonardi N SH mengatakan apa yang dilakukan terdakwa telah merugikan kliennya.

Lebih lanjut Modus yang digunakan menyuruh saksi Yuli dengan cara menukar sebanyak 15 unit bilyet Giro dengan total Rp 638 Juta, itu bukan saja untuk cabang di Palembang.

Karen untuk perkara ini kerugian mencapai Rp 400 juta lebih, dimana yang digelapkan oleh terdakwa hampir 600 juta, sedangkan yang dikembalikan kepada pihak perusahaan Rp 115 juta dan Rp 100 juta untuk pembayaran komisi serta gaji untuk cabang di Palembang, sehingga total yang digelapkan sekitar Rp 404 Juta.

Menurut Pramudia, sebelum dilakukan proses hukum pihak korban telah mengupayakan penyelesaian secara kekeluargaan. Namun terdakwa tidak ada niat baik untuk mengembalikan dana tersebut. Bahkan ini terungkap saat dipersidangan memang untuk merencanakan hal tersebut.

Seperti diketahui sebelumnya, Juliana ditangkap pihak kepolisian Polsekta Medan kota Senin (26/04)  lalu di ruangan kerjanya di Jalan Asia Medan tanpa Melakukan perlawanan. Tersangka kemudian dibawa ke Mapolsekta Medan kota guna penyelidikan lebih lanjut.

Informasi yang diperoleh, Juliana diketahui telah melakukan penggelapan uang perusahaan  milik PT Indo Sehat Sempurna (Jaco) salah satu perusahaan distribusi alat-alat kesehatan dan olahraga merek Jaco terbesar di Sumatera Utara  yang terletak  di Jalan Asia Medan, dengan total setengah miliar lebih.

Diketahui, pelaku menggunakan Modus operandi dengan cara membuat Bilyet Giroseolah membayar upah dan insentif cabang Palembang. Kemudian  pelaku melakukan Clearing ke rekening pribadi di Bank BCA secara bertahap oleh tersangka dari bulan Juni-hingga bulan Maret 2010.

Kejadian ini terkuak ketika A Gua selaku kepala Cabang  Jaco di Palembang bertemu dengan pimpinan PT Indo Sehat Sempurna  Bie Guan  dan curiga dengan Juli yang membuka Bilyet Giro untuk pembayaran insentive karyawan untuk cabang Palembang, padahal Cabang yang biasanya melakukan pembayaran langsung.Setelah ditelusuri  ternyata  puluhan Bilyet Giro tersebut telah di clearing oleh tersangka ke Rekening Pribadinya di Bank BCA.(DNA|R-01)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi