Rahudman Gugat Balik Hardi Mulyono Sebesar Rp250 M

MEDAN I DNA - Sidang Lanjutan kasus hutang politik Walikota Medan, Rahudman Harahap kembali digelar pada Pengadilan Negeri Medan yang berlangsung diruang Cakra VI, Senin (27/02/2012). Sidang yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut dengan agenda pembacaan jawaban sekaligus gugatan balik yang disampaikan kuasa hukum Rahudman dari kantor Advokat Abdul Aziz.

Dalam persidangan dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim, Surya Perdamaian SH. Tim kuasa hukum walikota Medan dalam jawabannya yang disampaikan Daldiri SH MH, mengatakan bahwa gugatan penggugat tidak beralasan sama sekali karena tidak melibatkan Wakil Walikota Medan, Dzulmi Eldin sebagai tergugat.

Ini disampaikan karena Dzulmi Eldin juga telah menyerahkan uang cicilan sebesar Rp 1 Milliar pembayaran hutang pinjaman untuk membayar saksi-saksi ditempat pemungutan suara tahapan kedua pemilihan walikota dan wakil walikota medan pada 10 juni 2010.

Menurut kuasa hukum Rahudman atas permasalahan tersebut mereka menuntut agar pihak penggugat membayar ganti rugi sebesar Rp 250 milliar serta meminta kepada ketujuh media. Usai membacakan jawabannya, maka pihak majelis hakim menunda persidangn untuk mendengarkan tanggapan dari pihak penggugat atas jawaban yang disampaikan penasehat hukum tergugat Walikota Medan Rahudman Harahap.

Sementara itu Waringson Sinaga selaku tim kuasa hukum, Hardy Mulyono yang ditemui wartawan bahwa pihak secara tegas menolak jawaban bahwa kliennya telah membuat tergugat, sebab gugatan ini diajukan sesuai fakta dikwitansi tertanggal 10 juni 2010 kemarin yang meminjam uang sebesar Rp 2 Milliar kemarin adalah Rahudman sembari menunjukan bukti tandatangan Rahudman ketika peminjaman berlangsung.

Dipaparkannya lagi, apa korelasinya Dzulmi Eldin dalam kasus ini, sebab yang menandatangani kwitansi peminjaman uang tunai adalah Rahudman bukan Eldin. Nah soal adanya pengembalian cicilan hutang sebesar Rp 1 milliar oleh Eldin pada waktu itu, Waringson mengakui memang benar Dzulmi yang mengantarkannya uang cicilan kepada kliennya Hardi Mulyono pada 17 Juli 2010, di Hotel Garuda Plaza Medan, tetapi pembayaran itu atas perintah Walikota Medan bukan atas inisiatif Dzulmi Eldin.

Kemudian Rahudman Harahap melanjutkan pembayaran cicilan hutang  pada 12 Januari 2011 sebesar Rp 300 juta ketika itu uang dibawa oleh ADC Walikota Medan bernama Abdi yang diserahkan di Laboratorium Pramitha Jalan di Ponegoro Medan.

Hutang selanjut dicicil pada 11 Maret 2011 sebesar Rp 100 juta yang diserahkan ADC Walikota Medan bernama Cuncun yang diserahkan di Hotel Tiara Convention Medan, Jalan Cut Muetiah Medan, setelah itu pembayaran dilakukan pada 15 April 2011 dengan membayar Rp 50 juta yang diserahkan ADC Walikota Medan, bernama Faisal di lobi Lounge Hotel Emerald Garden Jalan KL Yos Sudarso dan masih orang yang sama yakni Faisal pada 28 Juni 2011 menyerahkan uang sebesar 50 juta di Medan Club dan cicilan terakhir pada 20 Agustus 2011, yang kembali diantarkan ADC Walikota Medan bernama Cuncun sebesar Rp 150 juta yang diserahkan the someset Regency B-63 Medan Sunggal.

Namun sayangnya sisa hutang Rahudman tidak dibayarkan, pada akhirnya pihak Waringson Sinaga melayangkan gugatan perdata ke Pengadilan dengan total gugatan Rp 5.53 Milliar. Karena perbuatan tergugat telah merugikan pihak kliennya baik materiil dan immateril.

Selain itu juga, jawaban balik yang dilakukan oleh tim kuasa hukum Rahudman sama sekali tidak merincikan bukti-bukti mengajukan gugatan balik atau rekonpensi.

Apalagi gugatan yang kami ajukan sesuai bukti dimana, yang mengantarkan uang kepada pihak penggugat adalah anak buah Rahudman. Sementara itu ketika dikonfirmasikan kepada tim penasehat hukum Rahudman soal tersebut tidak bisa dikonfirmasi karena sudah tidak berada lagi di PN Medan alias pulang.(DNAImdnIams)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi