Dr. Edwin Parlindungan Marpaung,SpOT
Kerusakan Sendi Akibat Pengapuran Banyak Dialami Orangtua

MEDAN | DNA - Kerusakan sendi bisa diatasi dengan jalan operasi bedah dengan cara pergantian/penggabungan sendi (join replacement). Umumnya penyakit tersebut diakibatkan pengapuran karena proses penuaan, infeksi, turbekolosis (TBC), patah tulang dan tumor. Hasil operasi bedah ini bisa menjadikan si pasien kembali normal beraktivitas, sembuh permanen 10-15 tahun. Umumnya yang mengalami penyakit ini adalah orang tua atau manula (usia lanjut).

"Kerusakan sendi ini bisa diatasi. Kalau selama ini, terutama di Indonesia lebih dikenal dengan cara pengobatan non bedah atau cara tradisionil memang bisa juga diandalkan. Tapi masalah apakah bisa kembali normal sediakalanya si pasien beraktivitas kita tak tahu. Tapi operasi bedah dengan cara melapisi sendi yang rapuh dengan sendi plastik dan logam kita bisa menjamin 10 hingga 15 tahun permanen bahkan si pasien sembuh bisa berolahraga ringan," ungkap dr. Edwin Parlindungan Marpaung SpOT, dokter ahli spesialis  ahli bedah tulang dan sendi (Arthoaedy Spesialist-Join Replacement) kepada wartawan, di Hotel Grand Antares.

Edwin Marpaung menjelaskan,diantara sekian banyak sendi di tubuh manusia, sendi lutut yang banyak/sering terjadi pengapuran.  Pengapuran sendi lutut terjadi hingga sampai stadium akut, dipengaruhi oleh sebab masyarakat Indonesia yang memang tidak mengetahui penyakitnya dan bisa diobati atau tidak, tingkat kepercayaan kepada si pengobat, dan harga/biaya perobatan.

Selama ini, menurut dokter jebolan dari University CinCinnati, Ohio, Amerika Serikat tersebut, banyak orang/pasien menghilangi rasa sakit sendinya dengan mengomsumsi obat-obatan penghilang rasa sakit, pengobatan tradisionil. Memang kata Edwin, obat dan psycoterapy bisa dilakukan kalau penyakit sendi ini masih dalam tahap ringan. Namun kalau sudah berat/akut maka jalan keluarnya bisa diatasi dengan operasi.

Diungkapkannya lagi, ilmu spesialis tulang dan penggabungan sendi ini tergolong ilmu yang masih baru di Indonesia. Namun ilmu spesialis ini sudah lama popular di Eropa dan Amerika Serikat. Umumnya, penyakit ini lebih banyak diderita orang tua.

"Biasanya sekitar 80-90 persen, bila dikerjakan dengan benar, dengan peralatan medis yang lengkap. Yah.. umumnya penyakit kerusakan sendi ini bisa diatasi. Dalam praktik operasinya, kita juga mempersiapkan atau mengikutsertakan dokter ahli jantung, paru-paru, psycoterapy, dan tentunya dokter spesialis ahli bedah tulang," ujar Edwin yang juga bertugas sebagai dokter spesialis ahli bedah tulang dan sendi di RSU. Gleny, RSU. Materna, dan RS Methodist ini.

Ditambahkannya lagi, masa pemulihan setelah operasi si pasien, cukup menghabisi waktu 2-3 jam saja. Si pasienpun dapat kembali beraktivitas sediakalanya.  (DNA|R-02)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi