Agustus 2013, Indonesia Punya Pesawat Kepresidenan

JAKARTA | DNA - Indonesia segera akan memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing dengan nomor seri 737-800 ini akan mulai digunakan pada Agustus 2013. Memiliki pesawat kepresidenan sendiri dinilai lebih murah dibanding sewa seperti yang dilakukan sekarang ini.

Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Lambock V Nathans menyampaikan hal ini dalam keterangan pers di Lantai 3 Gedung Utama Kemensetneg, Jakarta. Menurut Lambock, perjanjian pembelian pesawat ini sendiri telah ditandatangani pada 27 Desember 2010. "Kita memilih Boeing karena pilot-pilot kita lebih siap dan lebih familiar dengan pesawat Boeing, termasuk pilot dari TNI-AU," kata Lambock.

Alasan pembelian pesawat kepresidenan, lanjut Lambock, salah satunya karena lebih efektif untuk jangka panjangnya dibanding sewa. "Analisa itung-itungan mengenai perlunya ada pesawat kepresidenan dalam rangka mendukung kegiatan-kegiatan Presiden maupun Wakil Presiden itu sudah dikaji sejak lama," Lambock menjelaskan.

Dalam perhitungan yang dijelaskan oleh Lambock, pesawat kepresidenan ini akan bisa digunakan selama 35 tahun dan lebih hemat. Jadi, presiden-presiden berikutnya juga bisa menggunakan pesawat ini. Presiden SBY sendiri akan habis masa jabatannya pada 2014.

Harga pesawat kepresidenan itu sendiri sekitar 58,6 juta dolar AS, pembayarannya dilakukan dalam tiga tahap. Pembayaran pertama pada tahun 2010 sebesar Rp 11.720.000.000, pembayaran kedua pada tahun 2011 sebesar Rp 92 miliar, dan pembayaran ketiga pada Januari 2012 kemarin adalah Rp 335.439.000.000.

Lambock menampik pembelian pesawat ini menggunakan anggaran pendidikan. "Pengadaan pesawat kepresidenan tidak pernah mengganggu dana untuk pedidikan, untuk kebutuhan dana pendidikan sudah ada dalam konstitusi kita," Lambock menambahkan. Pembelian ini sepenuhnya dari APBN, sudah disetujui DPR, dan bukan berasal dari pinjaman luar negeri. (DNA/presri)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi