Petani Penggarap Laporkan Aksi Pengrusakan Tanaman ke Polisi

TANJUNG MORAWA I DNA - Aksi pengrusakan tanaman milik petani penggarap di Desa Dagang Krawan Kecamatan tanjung Morawa, Deliserdang, oleh sekelompok orang tidak dikenal pada Sabtu siang tadi (4/2/2012) sekira pukul 12.00 Wib, kini berujung ke ranah hukum pidana. Ibu-ibu petani penggarap lahan eks HGU PTPN 2 tersebut, melaporkan aksi pengrusakan itu ke Polsek Tanjung Morawa, sekira pukul 13.00 Wib.

Dengan mengendarai 2 unit mobil angkutan umum, para petani langsung berteriak di hadapan petugas kepolisian yang tengah piket di pintu masuk Mapolsek Tanjung Morawa, untuk menuntut keadilan,"kami pakai uang menanam ubi ini Pak, enaknyya saja mereka merusak tanaman kami, tapi herannya kalian ini aparat penegak hukum kok malah dian ada tindak kejahatan di hadapannya,"demikian lontaran kekesalan yang diucapkan salah seorang petani, Siti Juli Hasna Boru Barus.

Sambil membawa beberapa batang ubi yang dicabut paksa kelompok orang tak dikenal tersebut, para petani ini langsung dipersilahkan petuga piket Mapolsek Tanjung Morawa untuk membuat laporan pengaduan. Dalam keterangan, pelapor Erna Dewanti Boru baru (40), menjelaskan kronologis singkat peristiwa dalam laporan pengaduan Nomor. LP/28/II/2012/Res/DS/Sek Tanjung Morawa.

Dijelaskannya, bahwa sekira pukul 10.00 Wib, seorang pria yang diketahuinya bernama Sofian Husein bersama dengan 15 orang rekannya, datang ke lahan garapan yang dikuasai Erna."tanpa basa basi dia bilang jangan kalian tanami lagi lahan ini, karena ini punya Yayasan Nurul Amaliyah. Kemudian, kami hanya bisa melongok aja tanaman kami dicabuti,"terang Erna. Namun, yang membuat petani ini kecewa, aksi pengrusakan itu justru mendapatkan pengamanan dari pihak kepolisian."padahal lahan ini masih dalam silang sengketa, kenapa harus ada pembersiahan lahan. pihak Yayasan pun belum mengantongi alas hak terhadpa lahan ini,"tandasnya.

Erna sendiri mengaku, dirinya tengah menguasai 2 hektar lahan eks HGU PTPN 2, yang keseluruhannya seluas 78,16 hektar. Dimana, lahan itu kini masih menjadi objek sengketa sejumlah kelompok, diantaranya kelompok Petani jas Merah, Yayasan Nurul Amaliyah, dan Kelompok Veteran. Sementara, kini statusnya Status Quo, karena proses hukumnya masih berlanjut. Demikian halnya yang disebutkan Kapolres Deliserdang, AKBP Wawan Munawar, Sik., saat meninjau situasi di Desa Dagang Krawan siang tadi.(DNA I sya I tm)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi