Diplomasi RI: Menlu Paparkan Capaian 2011 dan Sasaran 2012

JAKARTA | DNA - Sepanjang tahun 2011, Indonesia konsisten dalam mengelola perubahan dan mendorong adanya perubahan ke arah yang lebih baik. Di tengah lingkungan global yang serba tidak pasti, diplomasi Indonesia mampu memberikan kontribusi, tidak hanya untuk mengatasi berbagai tantangan, namun menciptakan peluang. Demikian disampaikan Menlu Marty M. Natalegawa dalam Pernyataan Pers Tahunan Menlu di Ruang Nusantara, Kemlu.

Pada tahun 2012 diplomasi akan tetap berupaya mengelola perubahan dan mendorong adanya perubahan guna menciptakan kondisi yang kondusif. Kondisi itu, tutur Marty, ditandai dengan adanya keamanan, stabilitas dan kemakmuran bersama yang dapat dinikmati seluruh pihak.
 
Di hadapan sekitar 250 undangan dari kalangan media masa, korps diplomatik, dan kementerian/lembaga yang hadir, Marty menyampaikan catatan mengenai capaian-capaian diplomasi tahun 2011.
 
Dalam hubungan bilateral, telah dilakukan penajaman prioritas kerjasama melalui kemitraan strategis dan komprehensif, target-target terhadap 3-5 bidang prioritas dan penguatan / revitalitasi mekanisme kerjasama.
 
"Sepanjang 2011, Pemerintah Indonesia telah menandatangani 146 perjanjian internasional, 131 diantaranya adalah perjanjian bilateral. Telah diratifikasi pula 26 perjanjian dimana hampir 90% perjanjian bilateral dan lebih dari 60% adalah di bidang ekonomi," ungkap Marty.
 
Indonesia juga telah membuka hubungan diplomatik dengan 9 negara, yaitu Mauritania, El Savador, San Marino, Montenegro, Republik Dominika, Niger, Sao Tome and Principe, Antigua and Barbuda dan Bhutan.
 
"Sembilan negara tersebut merupakan bagian dari sisa 21 negara dimana Indonesia belum punya hubungan  diplomatik. Sehingga dengan lengkapnya 21 negara tersebut, nantinya Indonesia akan memiliki hubungan diplomatik dengan 193 anggota PBB," tambahnya.
 
Pada tahun 2012, Perwakilan RI diberi target untuk mendukung nilai ekspor sebesar 230 miliar dollar dan pencapaian 8 juta wisatawan. "Seluruh ukuran tersebut sangat jelas untuk menjadi target setiap Perwakilan". Dalam kerangka kerjasama di kawasan, Indonesia telah memberikan kontribusi yang positif bagi pengembangan arsitektur kawasan yang sedang berkembang.
 
Hal ini dicapai melalui peran Indonesia sebagai Ketua ASEAN dan perannya di KTT Asia Timur maupun mekanisme kerjasama intra/antar kawasan seperti APEC, ASEM, FEALAC, PIF dan SwPD.
"Prioritas Indonesia dalam kerjasama kawasan pada tahun 2012 diantaranya adalah menyiapkan keketuaan Indonesia di APEC pada tahun 2013," jelas Marty.
 
Marty juga mengungkapkan bahwa Indonesia juga akan memastikan dilanjutkannya ketiga prioritas ASEAN sebagaimana ditetapkan Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2011 dan dikukuhkan oleh ASEAN.Dalam kerjasama multilateral, Marty menyatakan diplomasi ditujukan untuk secara aktif ikut serta mengatasi masalah-masalah global khususnya yang memiliki dampak terhadap kepentingan nasional.
 
"Melalui berbagai forum internasional Indonesia berkepentingan besar untuk memastikan empat sasaran diplomasi ekonomi, yaitu pemulihan stabilitas ekonomi global, peningkatan pertumbuhan ekonomi, fasilitasi arus perdagangan dan investasi serta dorongan bagi pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan," ungkap Marty.
 
Dalam 1 tahun terakhir, lanjutnya, diplomasi multilateral semakin menegaskan ciri khas Indonesia. Antara lain, berupa kepemimpinan dalam mendorong kemajuan di berbagai bidang melalui upaya untuk membangun konsensus, pendekatan kooperatif, menjembatani perbedaan tanpa mengkompromikan kepentingan nasional, menonjolkan convergence of interests, konsisten dengan prinsip-prinsip multilaterisme, serta memprioritaskan kepentingan negara-negara berkembang secara umum.
 
Pada tahun 2012, Marty berpandangan diplomasi multilateral akan sangat penting dan substansial. Dicontohkannya berbagai KTT yang akan diikuti Indonesia seperti KTT Nuclear Safety, KTT Rio+20 dan KTT G-20. Isu-isu lain yang tetap menjadi perhatian antara lain reformasi PBB termasuk DK PBB.
 
Dalam kesempatan tersebut, Marty juga memaparkan raihan diplomasi pada tahun 2011 di bidang perundingan perbatasan, perlindungan TKI dan WNI serta prioritasnya pada tahun 2012.(DNA/depl)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi