FISIP USU buka Program Magister Ilmu Komunikasi Sekaligus Gelar IMAMIKOM

MEDAN | DNA - Banyak Perguruan Tinggi saat ini yang latah untuk mendirikan program pasca sarjana tanpa mengikuti peraturan yang telah ditetapkan dan tanpa didukung oleh SDM yang bermutu. Dan hal itu terjadi karena atas dasar "business oriented" semata, bukan karena keinginan untuk menghasilkan kualitas lulusan yang mumpuni dibidangnya. Demikian diungkapkan Pembantu Rektor I Prof. Zulkifli Nasution saat pembukaan Program Magister Ilmu Komunikasi Fakultas ISIP USU dan pelantikan pengurus IMAMIKOM USU periode 2011-2012,di Aula FISIP USU.

Beliau juga menjelaskan bahwa ada kriteria dan persyaratan tertentu yang harus diikuti untuk membuka program pasca sarjana, salah satunya adalah harus ada staf pengajar dengan spesialisasi doktor sebanyak 6 orang. "Ada pula Program S2 di suatu universitas yang saat itu pembimbingnya program doktor dari universitas lain tapi pengujinya dari universitas yang bersangkutan, hal inilah yang menyebabkan suatu universitas itu ditutup," kata beliau lagi.

Khusus program S2 untuk kelas jarak jauh, lanjutnya, ada ketentuan lagi, diantaranya adalah Program S2 pada universitas penyelenggara itu sudah terakreditasi A, lantas harus ada enam orang staf pengajar yang doktor dan staf pengajar tersebut harus berdomisili menetap dimana program S2 itu dilaksanakan. "Syarat lainnya adalah sebandingnya jumlah mahasiswa dan staf pengajar, perbandingannya  satu orang doktor mahasiswanya 25 orang, berarti harus ada 150 orang mahasiswa selama lima tahun operasional aktifitas akademik," pungkas Prof. Zulkifli Nasution.

Sementara itu Dekan FISIP USU Prof. Badaruddin mengucapkan rasa syukur atas berdirinya Magister Ilmu Komunikasi FISIP USU. Sebab, ujarnya, hal itu sudah lama dipersiapkan dan didam-idamkan tapi terkendala oleh beberapa hal hingga di akhir 2011 inilah Surat Keputusan dari Rektor USU terbit.

"Walaupun terlambat, hal ini tetap harus kita syukuri karena sebelumnya saat ini sudah ada dua PTS yang membentuk program S2 Ilmu Komunikasi  pula," kata beliau. Prof Badaruddin juga mengajak semua kalangan khususnya di FISIP USU untuk membangun dan membesarkan program S2 baru tersebut. "Melalui IMAMIKOM tentunya harapan itu cepat terwujud, karena baru pertama kali ini ada ikatan mahasiswa di FISIP USU terbentuk, dan harapan saya lagi akan tumbuh suasana akademik dan atmosfir yang kreatif karena IMAMIKOM diisi oleh orang-orang muda yang enerjik dan tentunya pula bisa berkolaborasi dengan departemen lain," ucap Dekan FISIP USU.

Di kesempatan itu juga Ketua IMAMIKOM USU Dr. Lusiana Andriani Lubis menyebutkan tujuan dibentuknya Program Magister Ilmu Komunikasi Fisip USU adalah agar lebih dikenal luas oleh masyarakat dan fakultas komunikasi dari perguruan tinggi lain khususnya di SUMUT dengan visi menghasilkan Magister Ilmu Komunikasi yang terampil, profesional, dan bermoral dalam ilmu komunikasi serta melaksanakan dan mengembangkan pendidikan program ilmu komunikasi yang berkualitas.

Saat ini, kata Dr Lusiana, jumlah staf pengajar dari departemen ilmu komunikasi sebanyak 20 orang dengan spesialisasi ilmu komunikasi, terdiri dari satu orang profesor, enam orang doktor, empat orang kandidat doktor, dan selebihnya berpendidikan S2.

"Selain itu program magister ini juga mengundang staf pengajar dari Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran Bandung dan dari Pusat Pengkajian Ilmu Komunikasi Universiti Sains Malaysia (USM), dengan jumlah mahasiswa angkatan pertama mencapai 23 orang dari berbagai profesi seperti jurnalis, humas, dosen, editor media, event organizer, dan desainer grafis," ujarnya.

 Dr Lusiana juga menambahkan bahwa mahasiswa angkatan ke dua pula akan menyusul pada semester genap nanti sembari mengajak untuk segera mendaftar di Magister Ilmu Komunikasi Fisip USU yang tetap buka pendaftaran sampai Januari 2012.

Kepengurusan IMAMIKOM USU periode 2011-2012 yang dilantik adalah Ketua Fakhrur Rozi, Sekretaris Farida Hanim, Bendahara Cut Ratna Dewi. Sementara Ketua Divisi Organisasi L Fernando Sihombing, Ketua Divisi Penelitian dan Pengembangan Lily Fatmawati, Ketua Divisi Humas Lia Anggia Nasution, dan Ketua Divisi Kesejahteraan Sosial Zainab Ginting. Masing-masing divisi diisi oleh sejumlah anggota yang merupakan mahasiswa angkatan I Magister Ilmu komunikasi Fisip USU.(DNA/usu)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi