Sidang Soda Api Disesaki Pengunjung

MEDAN | DNA-Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (7/12) kembali melanjutkan persidangan terdakwa Malem Pagi Sitepu, eksekutor penganiayaan dan penyiraman soda api (asam cuka) kepada Kabid SDA Bapemas Pemprovsu, Masfar Sikumbang.

Proses persidangan itu sendiri sempat molor selama 3 jam, dimana sidang ini langsung dipimpin Majelis Hakim Junilawati berlangsung pada pukul 14.00 Wib. Agenda persidangan untuk mendengarkan keterangan saksi korban yakni Masfar Sikumbang yang dihadirkan oleh penuntut umum Marina.

Selama persidangan berlangsung diruang Cakra III PN Medan, ini diramaikan oleh pengunjung yang ingin melihat langsung lebih dekat untuk melihat wajah terdakwa selaku eksekutor penyiraman soda api kepada PNS Pemprovsu, Masfar Sikumbang.

Di hadapan mejalis hakim, Masfar Sikumbang baju kotak biru ini menerangkan, peristiwa penyiraman soda api atau asam cuka itu tejadi di Jalan Haji Adam Malik pada tanggal 26 April 2011sekia pukul 12.00.WIB.

"Kejadiannya di Jalan Adam Malik, ya waktu itu saya hendak makan siang bersama teman di Rumah Makan Sibolga Baru, tetapi saat saya turun dari mobil, seorang lelaki langsung menyemprotkan soda api ke arah wajah saya,"ucap Masfar menjawab majelis hakim.

Dijelaskan Masfar,  sebelum kejadian, dirinya sempat berpapasan dengan terdakwa yang memakai baju kemeja putih. "Dua kali terdakwa menyemprotkan soda api ke wajah saya. Semprotan pertama di sisi kanan wajah, hingga di area telinga saya melempuh. Kemudian, terdakwa menyiramkan ke wajahnya. Tetapi saya tutupi dengan tangan tangan saya, hingga tidak sampai mengenai mata saya,"paparnya.

Saat terdakwa melakukan penyiraman yang kedua kalinya, sebut Masfar, dirinya langsung meraung kesakitan. "Tak pelak, warga yang melihat kejadian itu langsung menyiram air ke tubuh saya. Kemudian saya dibawa oleh teman PNS
yang ikut makan bersama ke RS Colombia Jalan Listrik Medan,"ujarnya.

Usai mendengar keterangan  saksi Masfar Sikumbang yang kala itu menggunakan kemeja lengan panjang  kotak-kotak biru-putih itu, majelis hakim menunda sidang  pecan depan masih agenda pemeriksaan saksi-saksi lainnya.

Sementara, Masfar  Sikumbang mengatakan, dirinya baru sebulan beraktiitas bertugas di Bapemas Pemprovsu setelah menjalani operasi dan perawatan kulit  karena siraman soda api pada wajah, leher dan dada pada sebelah kanan. "Semenjak peristiwa penyiraman itu, dirinya sudah 11 kali mengalami operasi.Terakhir kalinya dilakukan pada Juli 2011. Mengenai kesembuhan itu sendiri menurut  tim dokter bisa pulih selama 2.5 tahun lamanya,"ucap Masfar.

Bahkan saat ditanyakan usai persidangan apakah Masfar trauma kalau berjalan sendirian atas insiden penganiayaan terhadap dirinya, Masfar langsung berlalu meninggalkan gedung Pengadilan Negeri (PN) Medan. Untuk MPS sendiri dikenakan  pasal 351 ayat 1ke-1  KUHPidana.

Sebagaimana diketahui, empat  terdakwa kasus penyiraman soda api lainnya hanya divonis ringan oleh Pengadilan Negeri (PN) Medan. Empat terdakwa  itu, yakni Azarrudin Harahap dan Hermanto divonis dua bulan lima belas hari. Sedangkan Hartawan Purba divonis lima bulan penjara serta Abdi Harahap divonis dua bulan 15 hari. (DNA|mdn|ams)


0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi