Gudang Illegal Penimbun CPO Truk Tangki Dibajak Disegel Polisi

M.DELI | DNA - Pasca ditangkapnya 3 tersangka melibatkan 2 oknum TNI dan seorang warga sipil sebagai tersangka pelaku pembajakan truk Palm Karnel Oil (PKO) BK 8152 BT, milik Aeng Simpang Metal, polisi langsung melakukan penyegelan lokasi penimbunan PKO curian di gudang illegal di Kampung Agas tidak jauh dari Pintu Tol Anif, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Hal itu sesuai amatan di lokasi, Kamis (01/12/2011) sebagaimana diketahui sebelumnya, aksi pembajakan itu berlangsung ketika Tomsar Manurung membawa truk tangki PKO dari Pelabuhan Belawan mau menuju ke Tanjung Balai. Dengan menggunakan jalan tol, Tomsar Manurung singgah ke kantor di Simpang Metal, Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli untuk mengambil uang jalan.

Setelah uang jalan diambil, Tomsar Manurung kembali membawa tangki PKO menuju ke pintu tol Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli. Tiba-tiba sekitar 200 meter sebelum pintu tol, satu unit mobil Avanza Hitam memepetnya hingga berhenti mendadak.

Dari dalam mobil itu keluar sekitar 4 orang yang diantaranya 2 aparat yang bertugas di Belawan, dengan dilengkapi senjata tajam, supir tangki tersebut diperintahkan turun. Merasa ketakutan, Tomsar Manurung pun turun dari mobil langsung digelandang untuk naik ke dalam mobil Avanza. Kemudian, tangki dibawa pelaku menuju ke arah tol Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli.

Sementara itu, Tomsar Manurung yang berada di dalam mobil Avanza langsung diborgol tangannya, kaki diikat, mata dilakban, karena melakukan perlawanan maka dada kiri supir tangki tersebut disangkur. Kemudian, truk tangki yang dibawa langsung dimasukkan kedalam gudang ilegal Pintu Tol Anif, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan. Lalu para pelaku menguras PKO sekitar seperampat dari isi yang ada di dalam tangki.

Selanjutnya, mobil tangki tersebut diparkirkan sekitar 100 meter bersama supir tangki yang telah diikat dan mengalami luka tikaman diletakkan di dalam mobil tangki tersebut. Selanjutnya, salah satu dari pelaku menjaga truk tangki tersebut.

Perusahaan pengangkutan telah menerima informasi kejadian itu langsung melaporkan peristiwa itu ke Polres Pelabuhan Belawan dan Polisi Militer TNI AL (POMAL). Setelah dilakukan monitor dilapangan adanya informasi truk tangki berada di kawasan Kampung Agas tidak jauh dari pintu tol Anif di sebuah gudang yang kerap dijadikan tempat kencing CPO yang beroperasi selama 2 bulan belakangan ini, pihak perusahaan bersama POMAL dan Polres Pelabuhan Belawan langsung menggrebek gudang tersebut dan mengamankan 2 oknum TNI berinsial T dan S serta Handoko warga sipil. Dalam penggrebekan itu sempat juga terdengar letusan senjata.

Truk tangki dan supir yang berada di dalam truk dengan kondisi luka tikaman langsung dibawa ke rumah sakit terdekat, selanjutnya para pelaku yang berhasil diamankan dibawa ke Mako Pomal dan Mako Polres Pelabuhan Belawan.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Hamam Wahyudi yang dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah mengamankan Handoko pelaku yang telah membajak sebuah truk tangki Palm Karnel Oil (PKO) BK 8152 BT, milik Aeng Simpang Metal, dibajak kawanan perampok di Jalan Almunium tidak jauh dari pintu Tol Tanjung Mulia, Selasa (29/11) malam sekitar pukul 20:30 WIB. Truk tangki PKO dengan supir, Tomsar Manurung (41) warga Serge ini membawa minyak mentah kelapa sawit sebanyak 26 ton berasal dari Pelabuhan Belawan tujuan Tanjung Balai

Pembajakan yang dilakukan sekitar 5 orang diantaranya 2 oknum TNI dengan menggunakan mobil Avanza Hitam BK 1198 BO (plat palsu) dengan menyekap supir tangki, Tomsar Manurung (41) kedua tangan dan kaki diikat, mata dilakban dan dada kiri disangkur. Kemudian pelaku menjarah muatan PKO yang berada di dalam mobil tangki lalu ditimbun ke gudang illegal di Kampung Agas tidak jauh dari Pintu Tol Anif, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan.(Dna/Gus/mdl)


0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi