Saatnya Swasta Berperan Dalam Pembangunan Infrastruktur

JAKARTA | DNA - Wakil Menteri Keuangan I Anny Ratnawati mengatakan, pihak swasta perlu berperan dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Hal tersebut dapat terwujud melalui skema kerja sama pemerintah-swasta. Demikian disampaikan Anny saat ditemui di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Peran swasta dibutuhkan mengingat anggaran pemerintah untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan Indonesia masih terbatas. "Jadi, infrastruktur tidak sepenuhnya dibangun dengan biaya pemerintah. Government expenditure umumnya untuk kepentingan publik, lainnya diisi swasta atau Public Private Partnership (PPP)," jelas Anny.

Ia menyampaikan, dalam skema kerja sama pemerintah-swasta, pemerintah telah menyiapkan insentif dalam Masterplan Percepatan Pembangunan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI) bagi pihak swasta yang berminat membangun sarana infrastruktur dasar maupun pendukung. "PPP harus dipastikan ada daya tarik. Untuk PPP masuk sudah disiapkan insentive policy baik pajak dan proyeknya. Ini tidak bisa hanya pemerintah yang kerja," ujarnya.

Infrastruktur yang dibutuhkan saat ini adalah pembangunan pelabuhan dan pembangkit listrik. Anny meyakini, kedua infrastruktur pendukung tersebut mampu menarik investasi swasta masuk ke Indonesia. Dengan tersedianya sarana infrastruktur pendukung yang memadai, maka distribusi barang antarpulau dapat menggerakkan konsumsi domestik yang dapat mendorong stabilitas pertumbuhan di tengah-tengah ketidakpastian perekonomian global.

Untuk itu, pemerintah akan mendukung dengan memberikan panduan yang memadai dan kemudahan kepada investor swasta agar investasi dapat meningkat dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada 2012. "Kami berikan gambaran yang baik mengenai kondisi makro kepada swasta asing untuk masuk dalam bentuk Foreign Direct Investment. Memang butuh koordinasi yang baik di segala lini. Mudah-mudahan tahun depan lebih baik," pungkasnya.(DNA/dpke)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi