Sampai Oktober 2011 Angka Kecelakaan di Medan 8.000 Kasus, Narkoba 4.095 Kasus

MEDAN | DNA - Sampai bulan Oktober 2011 angka kecelakaan di Kota Medan mencapai 8.000 kasus dengan korban sia-sia dan korban kecelakaan lalulintas ini paling banyak adalah usia produktif antara 13 sampai 30 tahun, dan yang paling banyak adalah dari jenis kenderaan sepeda motor, sedangkan pemerintah berupaya bagai mana menyelamatkan angka kelahiran bayi, tetapi ternyata di usia 13 sampai 30 tahun dia meninggal.
   
Hal ini dikatakan oleh Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu A Sastro SH dalam acara dialog interaktif, ceramah dan tatap muka tentang peranan Generasi Muda dalam Pembangunan, UU nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan angkutan Jalan, Pencegahan HIV/IDS dan Nerkoba, Rabu (09/11/2011) di SMKN-11 Jalan Perentis Kemerdekaan.
   
Dikatakannya, masalah lalulintas adalah bukan tangung jawab kepolisisan saja tetapi merupakan tangung jawab kita semua, masyarakat ikut terlibat semua komponen ikut terlibat, bila ini kita mau berkomitmen semua ini tidak sulit, mari kita merubah cara kita yang selama ini tidak baik berlalulintas khsusunya di Kota Medan, dan kegiatan ini juga perlu digelorakan seluruh Kabupaten yang ada.
   
Menurutnya, berbicara lalulintas dia menilai Medan unik, setiap kenderaan harus berjalin di sebelah kiri, tetapi kita lihat semua pengendara mau berjalan disebalah kanan, apa lagi kenderaan beca bermotor, ini sangat membahayakan  untuk itulah kita berdialog interaktif, yang bicarakan tentang peran pemuda, masalah lalu lintas, dan HIV dan Narkoba, ini harus terus digelorakan, karena bangsa itu dilihat dari ketertiban laulintasnya bila lailinnya tidak tertib, maka pasti bangsa itu tidak tertib.
   
"Mari sama-sama untuk tertib, bukan hanya aparat kepolisian, apara pemda saja tetapi masyarakat ikut untuk membantu, dimulai dari  rumah tangga, bila kita punya anak kalau dia naik sepeda motor ingatkan dia pakai helem, bila tidak punya SIM jangan berikan dia naik sepeda motor," ungkap kapoldasu.
   
Sementara masalah narkoba angkanya menaik sampai hari ini tahun 2011 sudah ada 4.095 kasus, ini yang ditangkap oleh aparat kepolisian belum lagi yang berlum tertangkap, angka ini cukup tinggi, dan anak-anak sekolah sudah terlibat, sama juga dengan narkoba sama-sama kita perangi karena narkoba salah satu kejahatan untuk menghancurkan bangsa, kita tidak mau bangsa kita gedek-gedek aja, kedepan bangsa kita bisa berkompetisi dengan bangsa lain dan dihormati bangsa lain.
   
Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM mengatakan, upaya pemerintah kota melakukan aturan, seperti membuat marka dan rambu lalulintas, selanjutkan memberikan penyuluhan, dan yang terpenting kita semua bersinergitas, masyarakat, pemangku kepentingan, kepolisian, aparat pemerintah kota, ini yang harus dilakukan, ini harus kita mulai baik dari diri kita dan rumah tangga kita, kita harus punya komitmen untuk itulah pendidikan karakter terus dikembangkan kepada siswa yang ada di Kota Medan.
   
Dikatakannya, kegiatan ini sudah dirancang sebelumnya, untuk itulah pemerintah Kota Medan memberikan apresiasi yang setingginya kepada Kapoldasu, Kapolresta, Kadirlantas, Dirnarkoba yang berkenan hadir pada pencanangan dialog interaktif ini, artinya bahwa tertib lalin, peranan generasi muda, masalah HIV/AIDS dan Narkoba bukan hanya tanggung jawab kepolisia, tetapi tanggung jawab kita, orangtua,guru,masyarakat dan siswa itu sendiri yang harus bisa memahami.
   
Sebelumnya Kepala Dinas Kominfo Kota Medan Ir Zulkifli Sitepu melaporkan,dialog ini diikuti 27 sekolah SMA sederajat sebanyak 700 siswa terdiri SMA,SMK, dan M negeri dan swasta selama satu bulan, tujuannya adalah untuk membangun moral serta memebeikan pemahaman dan wawasan kepada generasi muda di Kota Medan melalui siswa, tentang peranan pemuda terhadap pembangunan, masalah tertib lalin, HIV/AIDS dan bahaya Narkoba. (DNA/syam/mdn)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi