Usut Dugaan Korupsi di Dinas Pertanian Sumut

MEDAN | DNA-Puluhan massa LSM Lembaga Penyalur Aspirasi Rakyat (Lempar) berunjukrasa di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), Jalan AH Nasution, Medan, Kamis (29/09/2011).

Dalam pernyataan sikapnya, Lempar membeberkan kasus dugaan korupsi di Sumut yang terindikasi mengendap di Kejati Sumut termasuk kasus dugaan korupsi berjamaah di Dinas Pertanian Sumut Tahun Anggaran 2009 dan 2010.

Kasus tersebut antara lain, dugaan korupsi mark up belanja pakaian dinas harian dan pakaian khusus hari-hari tertentu di Dinas Pertanian Sumut. Kasus dugaan korupsi mark up belanja kendaraan operasional roda empat Eselon III TA 2009 dan 2010, terdiri atas mobil Kabid dan dan Kepala UPT senilai Rp2 miliar.

Kasus dugaan korupsi mark up dan fiktif rehab pagar pengaman pekerjaan di jalan lingkungan kantor dan renovasi ruang kerja staf kantor yang diantaranya dianggarkan setiap tahun pada TA 2009 dan 2010.

Dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana Kantor Dinas Pertanian Sumut TA 2009/2010 senilai Rp1 miliar. Kasus dugaan korupsi renovasi gedung Kantor UPT BTPH 1 Tahun 2010. Kasus dugaan korupsi pengadaan benih padi non hibrida sejumlah Rp70 ribu/kg TA 2009 dan 2010. Pengadaan benih padi palawija dalam program peningkatan produktivitas tanaman pangan Sumut Tahun 2010.

Terakhir, kasus dugaan korupsi peningkatan produksi tanaman jagung di beberapa kabupaten/kota TA 2009 dan 2010 diantaranya Kabupaten Karo, Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan dan Simalungun.

Dari uraian di atas, LSM Lempar meminta Kejati Sumut mengusut tuntas kasus dugaan korupsi berjamaah di Dinas Pertanian Sumut bernilai miliaran rupiah. Meminta Plt Gubernur Sumut mencopot Kepala SKPD terindikasi korupsi. Apabila Kejati Sumut kurang mampu dalam tempo sesingkat-singkatnya untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi di atas, Lempar akan mendesak KPK untuk turun secepatnya ke Sumut mengusut kasus dugaan korupsi di atas.(DNA|mdn|ams)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi