Di Ultah SBY, Ada yang Kirim SMS, Facebook dan Twitter, Lukisan, dan Puisi

JAKARTA | DNA - Bertepatan dengan hari ulang tahun ke-62, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono banyak menerima ucapan selamat ulang tahun. Ada yang dikirim melalui layanan pesan singkat atau sms, telepon langsung, maupun jejaring sosial facebook dan twitter. Ada pula yang mengirimkan lukisan foto diri Presiden SBY. Penyair Taufik Ismail dan Sys NS membacakan puisi dalam sebuah acara televisi. Atas semua ucapan, doa, dan harapan tersebut, Presiden mengucapkan terimakasih.

"Untuk itu semua, kepada saudara-saudara yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada saya, saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas perhatiannya dan persahabatannya," kata Presiden SBY dalam keterangan pers di Kantornya, Jumat (9/9) sore. Keterangan pers ini memang khusus diadakan untuk menyampaikan terimakasih.

Sejak pagi, Presiden menerima sekitar 900 sms dan 250 panggilan ucapan selamat ultah, baik yang diterimanya langsung maupun melalui keluarga. Isi pesannya beraneka ragam. Ada yang mendoakan agar SBY kuat, sabar, dan tabah. "Ada juga yang berharap untuk meningkatkan lagi kinerja pemerintah, utamanya pemberantasan korupsi, dan harapan-harapan lain," SBY menjelaskan.

Presiden SBY menyimak dan mendengar semua pesan yang disampaikan rakyat tersebut. Pemerintahan, lanjut SBY, terus bekerja untuk menyelesaikan segala masalah yang ada sekuat tenaga, dan juga untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan bersama. "Dari sms yang saya terima memang banyak yang menyoroti isu pemberantasan korupsi dengan dukungan kepada saya, sebenarnya termasuk harapan mereka agar pemberantasan korupsi ini betul-betul bisa dijalankan dengan lebih baik dan lebih baik," Presiden menambahkan.

Kepala Negara meminta agar semua rakyat mendukung jajaran penegak, baik itu Komisi Pembertantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, Kejaksaan, maupun lembaga peradilan untuk melaksanakan pemberantasan korupsi atau penegakkan hukum. "Dukunglah mereka semua, tetapi kalau ada koreksi, kritik, ya berikan kritik kepada semua, termasuk kepada saya dalam rangka mendukung pemberantasan korupsi ini," SBY menegaskan.

Selain pemberantasan korupsi, ujar Presiden, hal lain yang menjadi prioritas pemerintah adalah mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran, kemudian juga terus menumbuhkan demokrasi.

Beberapa saat lalu, SBY juga menerima banyak sms maupun surat yang berisi tentang politik uang yang makin subur di negeri kita, baik itu di dalam pemilihan kepala daerah ataupun pemilihan-pemilihan di berbagai forum di negeri ini. Akan menjadi sia-sia apabila membangun demokrasi tetapi tidak diiringi dengan pencegahan berkembangnya politik uang. "Saya juga memberikan atensi yang sungguh-sungguh tentang itu. Tetapi tentu juga banyak masalah yang harus kita selesaikan dan pecahkan," kata Presiden SBY.

Menanggapi semua doa dan harapan, Presiden SBY meminta doa restu kepada masyarakat Indonesia agar terus bisa menjalankan tugas negara sebaik-baiknya. "Saya meminta maaf kepada saudara-saudara rakyat Indonesia kalau belum bisa memenuhi semua harapan agar negara kita in segera berubah menjadi negara yang bisa mengatasi segala masalah, saya terima mandat itu," ujar Presiden.

Presiden menyadari bahwa masalah yang kompleks memerlukan waktu penyelesaiiannya dengan kerja keras dan kebersamaan. Presiden berjanji akan terus bekerja mengemban amanat tersebut.

Selain itu, usai salat Jumat. Presiden juga menerima hadiah lukisan dari pelukis Sony Sriwijaya yang tinggal di Sawangan, Depok, Jawa Barat. "Lukisan sederhana tentang foto diri saya, disertai doa agar saya bersabar, tabah, kuat, dan untuk terus melanjutkan tugas saya untuk negeri tercinta ini," kata SBY.

Beberapa menteri tampak berada di Istana Negara sejak pagi hingga siang tadi. Antara lain, Menseneg Sudi Silalahi, menpora Andi Alifian Mallarangeng, dan Seskab Dipo Alam. Presiden SBY lahir pada 9 September 1949 di Pacitan, Jawa Timur. (DNA/presidneri)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi