Polisi Gulung Sindikat Pemalsu STNK dan BPKB

JAKARTA | DNA - Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara meringkus 7 anggota komplotan pemalsu dokumen surat tanda nomor kendaraan (STNK) dan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB). Dari lokasi pembuatan, Polisi juga menyita barang bukti berupa 24 lembar STNK palsu, 4 BPKB palsu, 3 unit mobil, 1 unit komputer, 238 lembar kertas STNK, 47 lembar kertas BPKB, dan berbagai alat percetakan.

Selain itu, disita 11 buah stempel Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) dari wilayah Bogor, Bandung, Garut, Jakarta, dan Banten.

Surat-surat yang dibuat komplotan itu nyaris tidak bisa dibedakan dengan surat asli. "Ini kw (kualitas) super, tak bisa dibedakan secara kasat mata," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Irwan Anwar.

Menurut Irwan, komplotan ini digulung setelah polisi menangkap seorang tersangka yang menjual kendaraan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Polisi yang menyamar pura-pura tertarik dan meminta penjual menunjukkan STNK kendaraan.

Sekilas STNK yang ditunjukkan itu tidak memiliki kejanggalan. Tetapi, setelah diperiksa secara detail, polisi memastikan STNK itu palsu. "Kami duga kendaraan yang dijual juga barang curian," ujar Irwan.

Dari temuan tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan tempat produksi dokumen palsu yang berada di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Polisi kemudian menangkap anggota komplotan, yaitu Nano Kasno, Azharudin, Asep Saepudin, Yusup Saipul Anwar, Asep Rosiyaman, dan Maksum.

Pengakuan sementara, tersangka mengaku setiap STNK palsu dijual seharga Rp 400 ribu. Sedangkan untuk BPKB dijual Rp 1 juta. Kini ketujuh tersangka tengah menjalani proses penyidikan di Polres Metro Jakarta Utara. (DNA/im/hpmj)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi