Mencuri Sepeda Motor, Siswa SMP Babak Belur

MEDAN | DNA - Perilaku tindak kejahatan tidak mengenal batas usai, masih tergolong sangat muda, seorang pelajar sekolah menengan pertama (SMP) di Medan babak belur dihajar massa setelah tertangkap tangan mencuri sepeda motor di Jalan Garu V Kec Medan Amplas, Kamis (22/07/2010) dini hari tadi.

Keterangan yang dihimpun di lokasi dan kepolisian menyebutkan, pelaku diketahui bernama FI (14) warga Jalan Lukah Medan. Dia bersama dua orang rekannya yang berhasil melarikan diri, mencuri sepeda motor matik milik Angga Tarmana (22) warga Jalan Bajak 2 H Gang Belimbing Kec Medan Amplas ditemat kejadian perkara (TKP).

Keterangan Angga di depan juru periksa Polsekta Patumba, saat itu dia baru saja mengantar pulang kerja pacarnya bernama Seroja boru Damanik. Sesaat sampai dirumah, seperti biasa Angga masuk kedalam rumah kekasihnya itu setelah parkir didepan rumah tanpa mengunci setang sepeda motor milik dengan nomor polisi BK 5769 IU.

Diduga, ketika itu ketika pelaku, salah satunya FI melintas dengan menggunakan sepeda motor. Ketiganya melihat sepeda motor tersebut dan muncul niat ketiganya untuk melarikannya. Sepeda motor korban yang dalam keadaan tidak terkunci setang membuat para pelaku dengan mudah melarikannya.

Dalam hal ini, FI dan temannya bernama Ari mendapat tugas untuk mendorong sepeda motor tersebut jauh dari depan rumah pacar korban untuk selanjutnya didorong. Sedangkan, teman mereka satu lagi bernama Sukma bersiap-siap melarikan diri diatas sepeda motor Supra jika aksi mereka ketahuan.

Ketika sepeda motor tersebut didorong oleh keduanya berjarak sekitar 10 meter, bertepatan Angga keluar rumah bermaksud akan pulang. Melihat sepeda motornya sudah tidak ada lagi ditempat diparkirkannya. Terlebih lagi, saat ia melihat sepeda motor miliknya didorong oleh seseorang yang tak dikenalnya.

Melihat hal itu, dengan seketika Angga langsung teriakin keduanya perampok. Mendengar teriakan korban, keduanya terkejut dan langsung melarikan diri bersama Sukma yang sudah bersiap-siap.

Pelarian tersebut hanya Ari yang berhasil naik sepeda motor. Sedangkan, Ferry tak berhasil dan ditinggalkan kedua rekannya itu. Terlebih kagi, massa yang juga mendengar teriakan korban langsung mengerumuni lokasi dan menangkap Ferry.

Tanpa dikomando, massa yang geram dengan ulahnya dan kedua rekannya langsung menghakimi anak baru gede tersebut hingga babak belur. Setelah itu, massa memboyongnya ke Mapolsek Patumbak untuk diproses lebih lanjut.

Kapolsek Patumbak AKP Wahyuddin menuturkan, pihaknya sudah memproses kasus tersebut dengan pelaku Ferry. Sedangkan, dua rekannya yang lain masih dalam pengejaran pihaknya. "Identitas teman-temannya yang melarikan diri sudah kita ketahui dan kita sedang mengejar mereka," ungkapnya. Hingga kemarin, Ferry masih menjalani pemeriksaan dan ditahan di sel Polsek Patumbak. (DNA|R-01)




0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi