Unjukrasa Tuntaskan Dugaan Korupsi Paluta Berakhir Bentrok

MEDAN | DNA - Unjuk rasa belasan Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Padang Lawas Utara (PP Gema Paluta) di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) berakhir bentrok dengan pegawai kejaksaan. Pantauan di lapangan, bentrokan terjadi saat pengunjuk rasa menyampaikan tuntutannya. Tiba-tiba salah seorang pegawai kejaksaan langsung mengamuk dan memukul membabi buta.

Kejadian berawal saat pengunjuk rasa hendak membakar ban di depan kantor. Aksi ini coba dicegah belasan pegawai Kejatisu yang menghadang di depan pagar. Aksi perlawanan antara keduanya tak terhindarkan. Pada awalnya, petugas kepolisian yang berada di lokasi sempat mengamankan keduanya untuk tidak saling adu fisik.

Namun kemudian Novhan Siregar salah seorang pegawai Kejatisu yang tak tahan terus diejek oleh pengunjukrasa menjadi panas dan langsung melayangkan tinjunya ke salah seorang demonstran. Bentrok dan saling adu pukul pun tak terelakkan antara keduanya. Kurangnya massa membuat perkelahian tak imbang. Pengunjuk rasa berhamburan ketika dikejar oleh beberapa pegawai kejaksaan yang bertubuh kekar dan menghajar mereka.

Sikap arogan para oknum kejaksaan mendapat perlawanan para mahasiswa hingga merepotkan petugas kepolisian yang melakukan pengamanan. Aksi saling pukul inipun  berlanjut hingga ke tengah jalan raya dan  menyebabkan kemacetan arus lalu lintas. Akibatnya, Raja Uli Harahap seorang demonstran yang berhasil tertangkan menjadi bulan-bulanan dihajar. Bibir dan pelipis matanya langsung robek terkena pukulan."Badanku juga terasa remuk karena pukulan dan tendangan mereka yang biadab itu," ujar Raja Uli meringis kesakitan dipapah rekannya.

Doli Koordinator Aksi kepada wartawan mengatakan, mereka akan melaporkan tindakan anarkis ini ke Polda Sumut."Kami akan segera visum. Ada tiga orang rekan kami yang terluka dalam amuk pegawai kejaksaan tadi," ujar Doli yang juga ikut terkena pukulan.

Sementara itu Humas Kejatisu Edi Irsan mengatakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan Gema Paluta sudah keterlaluan dan menghina institusi mereka."Apa yang mereka tuntut masih dalam penyelidikan kita. Masalah korupsi bukan seperti membalikkan telapan tangann," tukas Edi Irsan singkat.

Demo PP Gema Paluta ke Kejatisu ini menuntut untuk segera ditangkapnya Bupati Paluta Bachrum Harapap yang merupakan tersangka atas kasus korupsi APBD Tapsel 2001/2002. Selain itu, massa mendesak Kejatisu untuk mengusut tuntas penyelewangan Dana APBD Tahun 2009 Kabupaten Padang Lawas Utara senilai lebih kurang Rp 23,5 miliar. DNA | mdn | ams.

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi