Pemprovsu Percepat Tes kesehatan Calon Praja IPDN

MEDAN | DNA - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mempercepat jadwal tes kesehatan bagi calon praja nstitut Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) asal Sumut disebabkan banyaknya calon yang lulus dalam tes sikologi.Jadwal tes kesehatan itu dipercepat menjadi Kamis, 30 Juni 2011 yang dikhususkan terlebih dahulu bagi calon praja IPDN asal Kota Medan. Tes kesehatan itu akan berlanjut hingga Selasa, Juli 2011.

Demikian disampaikan Kepala Sub Bidang Pendidikan Dan Pelatihan (Diklat) Badan kepegawaian Daerah (BKD) Pemprovsu Maksum Syahri Lubis, SSTP, MAP kepada wartawan di Medan.

Menurut Maksum Syahri, dalam tes psikologi sebelumnya, terdapat 894 calon praja IPDN yang mengikuti seleksi untuk mengetahui kondisi psikologis masing-masing. Awalnya, pihaknya memperkirakan jumlah yang lulus tidak terlalu banyak atau hanya sekitar 500 orang.     

Namun perkiraan itu meleset karena calon praja IPDN asal Sumut yang lulus tes psikologi mencapai 714 orang. Jumlah peserta yang lulus tersebut cukup mengejutkan karena dibawah 15 persen.

Disebabkan banyaknya calon praja IPDN yang akan mengikuti tahapan selanjutnya yakni tes kesehatan, maka pihaknya mempercepat jadwal tes itu dengan harapan dapat diselesaikan dengan baik dan tidak mengganggu tahapan akhir berupa tes akademis yang akan dilakukan Kementerian Dalam Negeri pada 16 Juli 2011.

Tes kesehatan yang akan dilaksanakan di RSU Pirngadi Medan itu akan dimulai pada 30 Juni untuk calon praja IPDN dari Kota Medan. Lalu dilanjutkan pada 1 Juli 2011 untuk calon praja dari Binjai, Deli Serdang, dan sisa peserta dari Medan yang belum menjalani tes.

Pada 2 Juli 2011, tes kesehatan itu dijalankan untuk calon praja dari Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Karo, Tapanuli Selatan, Toba Samosir, Sibolga dan sisa dari Deli Serdang yang belum menjalani tes.

Kemudian, dilanjutkan tes untuk calon praja dari Labuhan Batu, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Asahan, Mandailing Natal, Samosir, Tapanuli Utara Tapanuli Tengah, Dairi, Tanjung Balai, dan sisa peserta dari Sibolga yang belum menjalani tes.

Sedangkan tes kesehatan terakhir dilaksana pada 5 Juli 2011 untuk peserta dari Nias, Padang Sidempuan, Nias Selatan, Simalungun, Batubara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Labuhan Batu Selatan, Labuhan Batu Utara, Nias Utara, Nias barat, Gunung Sitoli, dan sisa dari Tanjung Bali yang belum menjalani tes.

Maksum Syahri mengatakan, didahulukannya tes kesehatan bagi calon praja IPDN dari Kota Medan disebabkan lebih cepat mendapatkan informasi mengenai percepatan tes tersebut.

Selain melalui media massa, pihaknya juga mengumumkan percepatan tes kesehatan itu melalui website www.sumutprov.go.id dan ke BKD kabupaten/kota. "Semua media dimanfaatkan. Jadi, tidak ada alasan tidak mengetahuinya," ujarnya.

Peserta yang lulus dalam tes kesehatan itu akan diumumkan pada 6-7 Juli 2011 guna mengikuti ujian selanjutnya yakni tes kesamaptaan pada 8-9 Juli 2011 di Fakultas Ilmu Olahraga Unimed.Setelah itu, peserta akan mengikuti ujian berupa tes akademis pada 16 Juli 2011 yang akan diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri yang difasilitasi Pemprovsu.

714 calon praja IPDN yang akan mengikuti tes kesehatan itu berasal dari Medan (158 orang), Tapanuli Selatan (11 orang),Binjai (53 orang), Serdang Bedagai (21 orang), Toba Samosir (12 orang), Sibolga (9 orang), Labuhan Batu (29 orang), Pakpak Bharat (5 orang), Humbang Hasundutan (17 orang), Asahan (38 orang), Labusel 6 orang), Labura (20 orang), Nias Utara (3 orang), Nias Barat (4 orang), Gunung Sitoli (12 orang),  dan Mandailing Natal (12 orang).

Setelah itu, Samosir (6 orang), Pematang Siantar (25 orang), Tebing Tinggi (19 orang), Tapanuli Utara (8 orang), Deli Serdang (43 orang), Dairi (13 orang), Langkat (45 orang), Karo (23 orang), Tapanuli Tengah (15 orang), Tanjung Balai (9 orang), Nias (4 orang), Sidempuan (10 orang), Nias Selatan (11 orang), Simalungun (36 orang), Batubara (25 orang), Padang Lawas Utara (4 orang), Padang Lawas 8 orang). (DNA/Rs/sgndh)

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi