Usulan Partisipasi DPR Dalam Program Bedah Rumah Kembali Diperdebatkan

DELI SERDANG I DNA - Wacana keikutsertaan DPRD Deliserdang berpartisipasi dalam program bedah 10.000 rumah tidak layak huni tampaknya terus menuai pro kontra antar sesama anggota dewan.Dalam Paripurna DPRD Deliserdang penyampaian LKPJ Program Kerja Pemerintah Kabupaten Deliserdang 6 Mei 2011 lalu, wacana yang dilontarkan Rakhmad Syah dari Fraksi Demokrat  tersebut sempat ditolak sejumlah anggota fraksi. Hal serupa kembali terjadi dalam Sidang Paripurna Rekomendasi LKPJ, Kamis (26/05/2011).

Arus kontra terhadap program Bupati Deliserdang itu, datang dari Katua Fraksi PDI – P, Apoan Simanungkalit, SE., yang menolak diadakannya sumbangan dewan terhadap program eksekutif itu karena dinilai tidak tepat guna. Menurutnya, sumbangan dewan lebih tepat disalurkan bagi para petani yang kini mengeluhkan terjadinya kekeringan, ditengah-tengah problema kerusakan irigasi."Bantuan seperti itu jauh lebih dibutuhkan rakyat yang telah memilih kita sebagai wakilnya," sebutnya.

Lebih lanjut, Apoan menyebutkan bahwa program bedah rumah terbilang baru di Deliserdan. Bahkan, Bupati selaku eksekutif belum pernah mempertanggungjawabkannya kepada dewan. "Padahal, jika dilihat dari segi politis, program yang tidak terlepas dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Deliserdang itu cukup strategis," tandasnya lagi.

Sementara arus pro datang dari Fraksi Hagrib, Rakhmad Syah, dan pimpinan DPRD Deliserdang Fatmawaty Takrim, yang mementahkan usulan Apoan Simanungkalit, dengan alasan, partisipasi dewan dalam program tersebut sudah dibahas antar lintas fraksi bersama dengan dengan pimpinan DPRD Deliserdang. F – PDI P sendiri kala itu diwakilkan oleh Alisman Saragih yang juga turut memberikan kesepakatannya terhadap usulan pertisipasi program bedah rumah lewat sumbangan dewan selama setahun.

Mendengar pernyataan Ketua DPRD Deliserdang di hadapan seluruh audien sidang paripurna, Apoan menyanggah Fatmawaty dengan melarang orang nomor satu di dewan itu untuk tidak mencampuri urusan internal fraksi.

Akhirnya, pimpinan sidang patipurna memutuskan untuk menghentikan perdebatan alot itu di lain sekempatan, dan akan dibahasnya dalam rapat internal.

DNA | Khairunnisya

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi