Guru Jarang Masuk, DPRD Madina Diminta Pro Aktif

PANYABUNGAN | DNA - DPRD Madina khususnya Komisi I,  diminta secepatnya memanggil Kepala Dinas Pendidikan Madina terkait 2 (dua) oknum guru PNS di SDN Lubuk Kapundung, Kecamatan Muara Batang Gadis yang jarang masuk. Karena, sejak permasalahan oknum guru itu mencuat ke permukaan beberapa hari lalu, sampai saat ini belum ada terdengar upaya Diknas Madina untuk mengambil tindakan apapun. Padahal, persoalan ini telah banyak mencuat di media massa dan jadi konsumsi publik.

Demikian di sampaikan Ketua Jaringan Aktivis Sumatera Utara (JAMSU), Iswadi Batubara, kepada Wartawan di Panyabungan. Menurutnya, anggota DPRD Madina utamanya Komisi A harus pro aktif untuk menyelesaikan persoalan ini.

Karena, ketidakhadiran guru selain dapat mengakibatkan gangguan proses kegiatan belajar mengajar (KBM), juga berpotensi mengakibatkan minimnya sumber daya manusia (SDM) para siswa, uatamanya yang duduk di sekolah dasar (SD) sebagai dasar siswa mengenyam pendidikan.
          
"Kalau di tingkat SD saja SDM siswa telah rusak, lalu bagaimana ke jenjang sekolah berikutnya?. Kalau kondisi ini di biarkan begitu saja, di khwatirkan akan banyak siswa putus sekolah karena tidak ada gairah belajar akibat ketidak disiplinan guru dalam melaksanakan tugas," ucap Iswadi.
          
Katanya, persoalan guru di Madina saat ini tidak saja di SDN Lubuk Kapundung. Tapi juga SD di Pulau Tamang, Kecamatan Batahan, SD Banjar Panjang. Kecamatan Kotanopan, SD Sopo Batu, Kecamatan Panyabungan, dan sejumlah SD lainnya di Madina yang persoalan utamanya guru dan kepala sekolah jarang masuk.

Karena itu, Kadis Pendidikan di Madina di minta jangan hanya mau menerima laporan staf dan duduk di belakang meja saja. Tapi harus membuat program turun kelapangan langsung meninjau keadaan. Bila perlu di bentuk tim khusus non dinas supaya persoalan guru di semua tingkatan sekolah bisa di ketahui.


DNA | mad/pny/dna

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi