Mobil Penggangkut CPO Dibajak OTK, Polisi Takut Komentar

BELAWAN | DNA - Satu unit mobil penggangkut Crude Palm Oil (CPO) BK 9115 BE dibajak 6 orang tidak dikenal (OTK) saat melintas di Jalan Tol Belmera kawasan simpang KIM 2, Mabar. Akibatnya, korban Ropature Situmorang, 35, warga Lingkungan 9 Gang Mandiri Simpang Dobi Kelurahan Titi Papan mengalami kerugian berupa satu unit mobil tangki berisi 31 ton CPO seharga Rp 310 juta dan uang Rp 1.9 juta, serta surat berharga lainnya.

Dalam laporannya di Polsekta Medan Labuhan, korban mengatakan berangkat dari Sosa, saat melintas di TKP, satu unit mobil jenis Avanza (nopol tidak diketahui) dating dari arah belakang dan menghentikan laju kendaraan korban dan mengaku dari PT Tangki Mas.

Selanjutnya, pelaku turun dari mobil dan mendekati korban untuk minta ditujukkan surat- surat CPO yang dibawanya. Kemudian pelaku menyuruh korban menjumpai seseorang yang disebut "bos" di dalam mobil Avanza tersebut. Tanpa
menaruh curiga, korban memberikan foto copy yang diminta pelaku.

Namun, setelah mendekati mobil Avanza milik pelaku, korban dan kernetnya langsung di todong dengan menggunakan senpi dan dipaksa masuk ke dalam mobil tersebut. Di dalam mobil itu, korban diikat dan mulutnya ditutup dengan menggunakan lakban.

Kemudian korban dibawa pelaku keliling- keliling dan sekitar pukul 05.00 WIB pagi diturunkan di Amplas dan mengadu ke Polisi Jalan Raya (PJR) Tol Amplas yang kemudian mengarahkannya ke Polsekta Medan Labuhan.

Ditemui mendampingi korban di Mapolsekta Medan Labuhan, humas PT Tangki Mas Banggas Siregar mengatakan setelah mendapat laporan dari supir, pihaknya melakukan pencarian dan menemukan mobil tangki CPO tersebut parkir di
pinggir Jalan Asrama Haji, Medan dalam kondisi kosong dan lampu sorotnya hilang serta palat mobil yang sebelumnnya BK 9115 BE dirubah pelaku menjadi
BK 8115 BB.

Banggas berharap polisi mampu mengungkap peristiwa pembajakan itu sebab sebelumnya hal yang sama juga dialami PT BES dan satu unit truk pengangut beras asal Aceh. "Kami jadi was- was berusaha disini dan kami berharap polisi jangan tutup mata sebab di daerah ini banyak lokasi atau gudang penampung CPO illegal," tukasnya.

Kanit Reskrim Polsekta Medan Labuhan, AKP Oktavianus enggan memberikan keterangan mengenai pembajakan. "Itu masalah besar dan ke Polres aja," katanya singkat. Sementara itu, humas Polres Pelabuhan AKP Antoni Rajagukguk mengaku belum mengetahui masalah itu.

DNA | Agusleo

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi