Ungkap Tunggakan Retribusi Pedagang Tradisional Keuangan PD Pasar Harus Diaudit

MEDAN | DNA -  Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Muslim MUis Tanjung SH, menilai terjadinya  tunggakan retribusi pegadang pasar tradisional di Kota Medan sebesar Rp 5,2 milyar ini merupakan buruknya kinerja Direktur (Dirut) Perusahaan Daerah  (PD) Pasar Medan itu sendiri.
 
"Sebab apapun alasanya  ini menjadi tanggungjawab Dirut PD Pasar Medan," ungkap Muslim menyikapi tentang tunggakan retribusi pedagang pasar tradisional  di Medan sebesar Rp 5,2 milyar.
              
Untuk itu Muslim minta kapada pihak Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Wilayah Sumatera Utara melakukan audit terhadap keuangan di PD Pasar Medan, jika ditemukan ada indikasi penyimpangan, usut tuntas pelakunya.
              
"Kita minta kepada BPK-RI untuk mengusut tuntas tunggakan retribusi pasar ini, jika ditemukan adanya indikasi penyimpangan, konsekwensinya harus diusut tuntas, bawa kasus ini keranah hukum, sebab penyimpangan keuangan sama dengan korupsi," tegas Muslim.
              
Yang jadi pertanyaan kata advokat ini, kenapa tunggakan pedagang pasar tradisional ini sampai  sedemikian besar, apakah tidak dikutip, atau merupakan  kesalahan managemen, karena petugas pengutip retribusi tersebut adalah  orang-orang PD Pasar itu sendiri, ungkapnya.
              
Karenanya untuk mengetahui persoalan ini sesungguhnya,  BPK-RI wilayah  Sumut harus melakukan audit terhadap keuangan di  PD Pasar Medan ini, sehingga akan diketahui jelas dimana letak permasalahannya, ungkap Muslim.

Catatan PD Pasar tunggakan pedagang di cabang I yakni Pusat Pasar sebesar Rp523 juta lebih, pasar Sambu Rp 350 juta lebih, pasar Jalan Timah Rp 33 juta lebih, Pasar Jalan Halat Rp 155 juta lebih, pasar Sukaramai Rp 1 milyar lebih.
              
Pasar Simpang Limun,  Pasar Titi Kuning dan Pasar Kampung  Baru nunggak Rp 6,9 juta lebih, Pasar Jalan Bakti Rp 73 juta lebih, pasar Sambas, pasar Pandu Baru Rp 31 juta lebih, dan pasar penampungan Jalan Bulan nunggak Rp 126 lebih.
              
Sementara tunggakan pedagang pasar tradisional di cabang II pada tahun 2009 yakni Pasar Petisah sebesar Rp 91 juta lebih, Pasar Padang Bulan Rp 74 juta lebih, Pasar Sikambing nunggak Rp 60 juta lebih, Pasar Lalang Rp 44 juta lebih.
              
Selanjutnya Pasar Muara Takus dan Pasar Ikan Lama Rp 566 juta lebih, Pasar Kwala Bekala Rp 57 juta lebih, pasar Helvetia Rp 78 juta lebih. Sedangkan di cabang III yakni Pasar Aksara nunggak sebesar Rp 593 juta lebih, Pasar pendidikan Rp 99 juta lebih, Pasar Sentosa baru Rp 206 juta lebih, Pasar Glugur Kota  Rp 176 juta lebih.
              
Berikut Pasar Medan Deli nunggak sebesar Rp 359 juta lebih, Pasar Titi Papan sebesar Rp 17 juta lebih, Pasar Labuhan, Pasar Paus dan Pasar Simpang Atap nunggak Rp 37 juta lebih dan Pasar Jalan Jawa Kapuas serta  pasar Pisang Rp 417 lebih.

Reporter | ichsan

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi