Petani Kesalkan Anjloknya Harga Coklat

DELI SERDANG I DNA - Anjloknya harga coklat di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, meresahkan petani. Pasalnya, sudah sejak lama harga jenis palawija satu ini, bertahan di seputaran harga Rp 20 ribu per kilogram.

Namun, sudah sebulan terakhir harga coklat menurun di level harga Rp 16 - 18 ribu / kilogram. Harga tersebut, tentu tidak sebanding dengan modal dan tenaga yang dikeluarga para petani.

"Upah panen, jemur, sampai dinyatakan layak jual saja, tidak mencukupi, apalagi kalau dihitung pupuknya,"ujar Ida, petani coklat di Desa Tumpatan Nibung, Batang Kuis. Wanita yang sudah sejak lama menggeluti usaha pertanian coklat ini mengaku, cuaca yang tidak menentu saat ini bahkan membuat petani coklat harus ekstra menjaga jemuran coklat. Agar, biji coklat yang dihasilkan tidak busuk.

"Tau sendiri, kalau sekarang ini cuaca tidak menentu. Kadang panasnya terik, eh beberapa saat kemudian hujan deras, kalau kita tidak ekstra memperhatikan jemuran biji coklat,hasilnya bisa busuk,"katanya. Petani ini berharap, harga coklat sebagai salah satu komoditi terbesar di Deliserdang kembali normal, agar minat petani menanam coklat tidak
surut, dan terus dipertahankan.

Reporter | Khairunnisya

0 Responses

Isi Komentar :

* ) semua komentar akan di moderasi